instagram twitter pinterest tumblr
  • Home
  • Beauty
  • Life Style
    • Fashion
    • DIY
    • Photography
  • About
  • Contact
  • Shop

E L L Y Z A B E T H - Indonesian Fashion & Beauty Blogger

Apa ini warna warni? Aku yakin teman-teman sudah melihat 4 (empat) toner ini. Yes, #TonerSejutaUmat dari Azarine Cosmetic ini udah berseliweran di berbagai media sosial. Kali ini aku mau bahas dan breakdown satu per satu, siapa tau ada teman-teman yang kepo atau penasaran bedanya apa. Lho, bedanya? Iya, keempat toner ini punya kandungan dan manfaat yang berbeda-beda, tergantung permasalahan kulit masing-masing. Harapannya, agar Azarine bisa membantu memenuhi kebutuhan semua pengguna skincare. Keren ya! Oh ya, semua toner ini punya kemasan pump, jadi untuk produknya keluar tinggal tekan saja.

Azarine Daily Beginner Exfoliating Toner
Dari namanya saja kita sudah tau kalau toner ini berfungsi untuk mengeksfoliasi kulit. Yes, ini jenisnya exfoliating toner! Toner ini ditujukan bagi teman-teman yang punya kulit dengan pori-pori besar, bekas jerawat, hiperpigmentasi, juga bruntusan. Fungsinya selain mengangkat sel kulit mati juga menghaluskan tekstur kulit, menyamarkan bekas jerawat, flek hitam, atau garis halus. 

Sekarang kita masuk ke kandungannya! Toner ini punya kandungan eksfoliasi yang cukup lengkap, ada AHA, BHA, PHA. Nah meski dinamai beginner, menurutku untuk pemula boleh coba di 1-2 kali aja dulu dalam seminggu, karena di kulitku pribadi dia lumayan cekit-cekit. Kandungannya sendiri ada:
  • Lactic Acid (AHA),  Salicylic Acid (BHA), Lactobiotic Acid (PHA)
  • Allantoin, Bacillus Ferment (Prebiotic), Sodium Hyaluronate
  • Potassium Azeloyl Diglycinate (Azeclair) 
Allantoin, Prebiotic, dan Sodium Hyaluronate di sini berfungsi sebagai penyeimbang agar toner ini tetap ada efek melembabkannya. Azeclair sendiri berfungsi untuk merawat kulit yang berjerawat.

Teksturnya sendiri seperti exfoliating toner pada umumnya, cair dan runny. Untukku yang kulitnya dry, dia ini di taraf medium karena lumayan terasa cekit di 10-30 detik pertama, setelahnya terasa aman. Ini tergantung kulit masing-masing, ya. Aku sendiri pakai toner ini seminggu 2-3 kali aja di area T-Zone dan hidung. Setelah pakai kulit terasa lebih bersih, cuma memang setelahnya harus diimbangi dengan hydrating toner supaya tetap lembab. Toner ini cenderung drying, soalnya.

Azarine C White Multi-Acids Glowing Toner 
Toner yang ini menurutku menarik banget, deh karena dia kandungan utamanya Vitamin C. Jarang-jarang lho ada toner yang emang khusus mengusung hero ingredients itu, biasanya kan kalau gak hydrating toner ya exfoliating toner. Toner ini sendiri ditujukan bagi teman-teman yang punya hiperpigmentasi, garis halus, juga kulit kusam. Fungsinya membantu merawat wajah agar kental, tidak kusam, dan tampak cerah atau glowing. Dipakai pagi ataupun malam cocok deh, apalagi dengan sunscreen!

Kandungannya sendiri super menarik dan banyak yang bagus-bagus. Jarang banget sebuah toner ada kandungan ini, biasanya yang aku temukan lebih banyak di serum. Ada:
  • Aloe Leaf Juice, Allantoin
  • Tranexamic Acid, Ascorbic Acid, Ferulic Acid
  • Kakadu Plum Extract
Toner ini juga mengandung AHA dalam bentuk Mandelic Acid. Meski ada kandungan eksfoliasinya, tenang karena Mandelic Acid ini lebih gentle dari AHA biasanya.

Tekstur produk ini cair dan runny tapi ada terasa sedikit kental (gak secair air minum). Teman-teman bisa pakai menggunakan kapas atau langsung baurkan ke wajah. Aku pribadi lebih demen pakai kapas tapi di-tap aja. Awal pemakaian lumayan terasa semriwing, setelahnya aman. Menurutku produk ini boleh dicoba sama temen-temen kalau pingin toner yang kandungannya lebih advanced atau punya fungs beda dari toner biasanya. Bisa dipakai bersamaan sunscreen di pagi hari supaya wajah terlihat tidak kusam atau di malam hari juga oke.

Azarine Mild Purifying Toner 
Yang hijau ini secara fungsi ditujukan untuk teman-teman yang kulitnya acne prone dan oily. Fungsinya membantu mengontrol minyak di wajah, merawat kulit yang berjerawat,, membantu mengurangi komedo, dan mengurangi tampilan pori. Namun, skincare itu cocok-cocokan bukan? Meski aku jenis kulitnya kering, aku paling suka dan cocok masa sama yang ini?! Di kulit si hijau paling terasa nyaman dan melembabkan.

Kandungannya sendiri kalau aku pelajari seperti hydrating toner biasa. Hanya saja, ada tambahan kandungan Succinic Acid yang fungsinya untuk merawat kulit yang berjerawat, makanya lebih ditujukan ke oily & acne prone skin. 
  • Centella Asiatica Extract, Allantoin, Cinnamon Extract
  • Bakuchiol
  • Sodium Hyaluronate
Melihat dari ingredients-nya, toner ini juga punya fungsi-fungsi lain seperti menenangkan kulit, mengencangkan kulit (anti aging), juga melembabkan kulit. Ga heran, dia juga terasa hydrating di wajahku,

Awalnya kukira bakal lebih suka sama yang biru karena kulit aku kering. Eh turns out malah paling suka sama si hijau ini! Teksturnya cair sedikiiit kental, soothing-nya terasa dan lumayan lembab di wajahku. Kalau dilihat, varian Mild Purifying Toner ini teksturnya sebenarnya masih watery, tapi jadi paling kental di antara yang lain. Makanya, aku lebih suka pakai dengan cara baurkan langsung ke wajah. Sulit kah? Tidak juga, tinggal pump toner lalu taruh air ke tangan. Usap deh!

Moisture Rich Hydrating Toner
Terakhir yang akan kubahas adalah si hydrating toner. Toner ini secara fungsi memang paling cocok buat tipe kulitku yang kering, yaitu untuk melembabkan dan menenangkan kulit. Kemasannya masih sama ya, bentuk pump. Teman-teman bisa pakai kapas atau baurkan langsung. Paling suitable digunakan oleh teman-teman yang kulitnya kering, kusam, sensitif, dan terlihat lelah.

Untuk kandungannya sendiri dia punya 4 (empat) jenis Hyaluronic Acid, makanya secara fungsi toner ini mampu membantu menahan air di kulit sehingga tetap lembab. Selain itu juga ada kandungan:
  • Lactobacillus Ferment Lysate (Prebiotic), 
  • Allantoin, Polyglutamic Acid, dan Panthenol
yang memang banyak digunakan di hydrating toner karena dikenal mampu memberi kelembaban pada kulit. Dia juga ada kandungan Rosemary Extract yang ternyata punya fungsi mengurangi bengkak pada wajah.

Secara tekstur dia termasuk yang lumayan watery dan runny (setingkat lebih kental dari Exfoliating Toner). Teman-teman bisa pakai dia dengan cara baurkan ke wajah, atau cara CSM menggunakan kapas (toner masking). Aku pribadi paling suka langsung baurkan biar terasa segarnya.Sayangnya, meski dia hydrating toner di aku pribadi efeknya lebih ke menyegarkan wajah saja karena teksturnya watery & runny. Untuk melembabkannya ga begitu terasa, kudu dibantu skincare lain. Enaknya dipakai di pagi hari saat kita ingin pakai skincare yang lebih simpel.

KESIMPULAN
💙 Daily Beginner Exfoliating Toner untuk kulit bertekstur,  
💫 Multi-Acids Glowing Toner untuk kulit kusam dan bekas jerawat.
🍃 Mild Purifying Toner untuk kulit berjerawat dan berminyak.
🦋 Moisture Rich Hydrating Toner untuk kulit kering dan dehidrasi.

Teman-teman tertarik coba yang mana nih? Share ya!

July 06, 2022 No comments

Halo teman-teman, apa kabar? Sudah lama ya aku tidak membahas produk skincare di blog ini, maafkan yaah! Akhir-akhir ini aku sedang banyak kesibukan di platform lain, seperti instagram dan twitter. Namun, hari ini aku kembali ke blog untuk membahas 1 (satu) produk yang sejauh ini menjadi sunscreen favoritku. Yes, ini dari Azarine Cosmetics, namanya Hydramax-C Sunscreen Serum. Kok bisa jadi favorit? Kriterianya apa? Aku bahas ya!

Sebelum aku menjelaskan mengapa ini menjadi favoritku, aku mau bahas soal kemasan dan product knowledge terlebih dahulu. Sunscreen ini punya kemasan berukuran 40ml, dengan warna jingga dan kuning cerah. Ukurannya ini membuat sunscreen bisa dibawa kemana-mana, jadi lebih handy untuk dibawa travelling. Sunscreen ini punya SPF 50 PA++++. Artinya apa? SPF (Sun Protection Factor) 50 mampu menghalangi 98% paparan sinar UVB, sedangkan PA (Protection Grade of UVA) ++++ secara kuat dapat melindungi kulit dari sinar UVA. Oh ya, saat membeli sunscreen ini dia tidak mempunyai kotak ya, jadi langsung tube saja. Namun tenang, di dalamnya ada seal kok jadi tetap higenis.

Mari masuk ke ingredients. Sunscreen dari Azarine ini tergolong chemical sunscreen, punya 3 (tiga) jenis UV Filter, yaitu Ethylhexyl Methoxycinnamate, Butyl Methoxydibenzoylmethane, Octocrylene. Karena tipenya chemical, baiknya teman-teman pakai dulu, diamkan 15-20 menit, baru keluar rumah supaya wajah lebih terlindungi. Nah selain kandungan itu, ada beberapa kandungan lain yang menarik seperti:

  • Ectoin: bahan aktif yang bermanfaat sebagai antioksidan, mampu melindungi kulit dari polusi, serta punya manfaat soothing atau menenangkan kulit.
  • Ascorbic Acid: atau Pure Vitamin C, mampu meningkatkan produksi kolagen, mengurangi hiperpigmentasi, dan mendorong proteksi UV pada sunscreen.
  • 3 (tiga) jenis Hyaluronic Acid: berfungsi untuk melembabkan kulit.

Sunscreen ini juga dilengkapi blue light protection, lho! Dia juga tidak mengandung perfume atau alcohol, cocok buat teman-teman yang mungkin menghindari kandungan ini.

Ada beberapa alasan mengapa sunscreen ini jadi sunscreen favoritku sejauh ini:

1. Teksturnya mudah diratakan & gak seret.

Sunscreen ini tuh gampang banget deh diratainnya, cocok buat dipakai cepet-cepet sebelom ngantor atau pas lagi travelling. Sebagai pemilik kulit kering, ada beberapa sunscreen yang saat diratakan tuh terasa seret sehingga membuat area pipiku yang sensitif dengan gosokan jadi memerah dan terasa panas. Di aku pribadi, sunscreen ini bisa diratakan hanya dalam waktu 20-30 detik!

2. Gak whitecast.

A little tone up is okay for me, tapi kalau yang bikin kulit jadi keliatan ‘putih’ atau abu-abu mungkin bakal jarang aku pakai. Nah kenapa Azarine Hydramax-C Sunscreen ini jadi favorit karena dia skin-like, hasilnya menyatu dengan warna kulit. Lagi-lagi cocok buat dipakai temen-temen yang ingin praktis dan cepat, seperti ngantor misalnya. Dia juga ga bikin kusam setelah pemakaian beberapa jam! Cocok untuk jadi your daily sunscreen.

3. Ga pilling di wajah.

Pernah ga sih abis pakai sunscreen trus kok pas siangan gitu jadi kaya ada daki di muka? Nah kondisi tersebut dinamakan pilling. Sebetulnya aku orangnya cukup santai perkara pilling kalau sedang di rumah. Namun kalau dipakai pergi trus pilling, agak mengganggu penampilan ya jadinya. Sunscreen ini sama sekali gak pilling di wajah, dipakai di bawah makeup juga hasilnya bagus.

4. Ga perih di mata.

Awal pakai sunscreen, aku hanya pakai di area kulit wajah tanpa mengenai kelopak mata. Nah setelah kupelajari, sebisa mungkin  pakai sunscreen di seluruh wajah dan leher sampai kelopak mata supaya warna kulit merata dan gak terjadi hiperpigmentasi. Nah sunscreen yang ga perih di mata penting bagi teman-teman, terutama yang punya aktivitas yang membutuhkan konsentrasi, misalkan mennyetir. Pernah aku pakai 1 (satu) sunscreen yang perih pas lagi nyetir trus mata pedes dan gak fokus. Bahaya banget kan? Azarine Sunscreen ini nyaman banget dipakai di area mata, ga terasa perih sama sekali.

5. Terakhir, ga sumuk di wajah.

Sunscreen ini rasanya ringan di wajah dan terasa nyaman walau teksturnya dewy. Makanya, menurutku ini bisa cocok ke semua jenis kulit, termasuk yang oily! Setelah dipakai beberapa jam juga dia gak berasa sumuk atau gerah, kaya nyaman saja di kulit.

Sunscreen ini punya finish dewy glow, cocok buat teman-teman yang kulit normal to dry. Kalau yang oily dan merasa terlalu mengkilap, boleh ditimpa bedak setelahnya. Atau, teman-teman bisa coba varian Hydrasoothe Sunscreen Gel yang memang khusus diperuntukan bagi oily skin. Di aku pribadi dia lumayan sticky di beberapa menit awal, setelahnya menyatu ke kulit. Yang paling kusuka dia gampang pol buat di-blend trus langsung nyerap aja gitu, ga berasa sumuk. Aromanya juga enak, ga kenceng jadi nyaman pas dipakai.

Tentu supaya adil aku juga mau bahas kekurangannya. Isinya cepat habis menurutku, trus terasa tidak full di 1 (satu) tube jadi harus sering repurchase. Ya wajar sih, harganya juga ramah di kantong, 60 ribuan aja. Semoga suatu saat Azarine bikin versi ukuran besarnya yaah! 

Oh ya, dia juga sebenernya secara tekstur dan finish diperuntukan untuk dry skin, karena di kulitku pun hasilnya semi dewy. Kalau temen-temen tipe kulitnya berminyak, mungkin bisa juga lewati tahap pelembab biar ga terlalu keliatan cling. Kalo aku sih kadang pakai pelembab kadang ngga, tergantung mood saja hihi.

Teman-teman tertarik mencoba? Share yaa!

June 16, 2022 3 comments
Hai semua! Hari ini aku mau membahas 3 (tiga) produk Airnderm yang baru aku punya. Sebelumnya, aku sudah pernah menulis review Niacinamide Gel dan Glass Skin Serum (teman-teman tertarik membaca? Klik di sini). Kali ini, aku mau bahas 3 (tiga) produk berbeda yang belum pernah aku coba yaitu Hydrating Gel, Hydrating Toner, dan Azeclair Treatment. Sebelumnya, adakah teman-teman yang belum tahu brand Airnderm? 

Airnderm Aesthetic adalah skincare brand yang didirikan oleh Airin Beauty, perusahaan kecantikan yang juga menaungi Airin Skin Clinic. Meski awalnya Airnderm punya kesan sebagai 'skincare dokter', produk-produk mereka dapat dibeli secara bebas tanpa perlu resep dokter. Semua produknya juga sudah BPOM lho, jadi tenang aja! Oke supaya ga berlama-lama aku bahas satu per satu ya.

Airnderm Hydrating Primer Toner

Cari toner watery yang enak untuk dibaurkan langsung ke wajah? Boleh coba dari Airnderm. Airnderm Hydrating Primer Toner merupakan produk yang digunakan setelah sabun wajah, fungsinya untuk mengembalikan kondisi wajah yang kering setelah cuci muka menjadi normal kembali. Dia juga membantu mempersiapkan wajah untuk menerima skincare selanjutnya, makanya dinamai 'primer'. 

Kemasan toner ini cukup besar, berwarna bening dengan aksen hitam dan pink. Yang aku suka di bagian dalamnya dia ada lid kecil yang menempel dengan botolnya jadi si toner ga bakal mudah tumpah dan inner lid-nya pun ga akan hilang. Isinya standar sih seperti toner kebanyakan yaitu 100ml. Semua informasi produk tertera pada botolnya karena dia tidak ada kotak, poin plusnya kita tidak perlu repot cari informasinya (kalau kotak kan suka gak sengaja terbuang tuh..).

Sekarang kita masuk ke ingredients-nya. Toner ini punya kandungan yang super minimal, Sodium Hyaluronate, Aloe Vera Extract, dan Ginseng Root Extract. Fungsinya sendiri untuk melembabkan wajah, menenangkan, serta menyegarkan wajah. Toner ini juga tidak mengandung parfum ataupun alkohol jadi aman bagi temen-temen yang kulitnya kurang cocok dengan 2 (dua) kandungan tersebut. 

Sekarang kita masuk ke recap review. Aku akan membahas tekstur, wangi, warna, rasanya di kulit, serta efek di kulit. 

Tekstur, wangi, dan warna: toner ini punya tekstur watery dan runny, tapi ada feels kentalnya sedikit (gak benar-benar seperti air mineral). Produk ini berwarna bening, no fragrance juga. Sayang, aroma alaminya aku pribadi kurang srek karena ntah mengapa aromanya ini seperti cuka. Untungnya saat dipakai dia gak lingering sih, jadi aman. 

Rasa di kulit: ini di kulitku pribadi paling enak dipakai dengan cara dibaurkan langsung saja ke wajah karena rasanya dingiiin. Untuk cara Chizu Saeki Method (CSM) atau toner masking sayangnya kurang cocok di kulitku karena ntah mengapa lama-lama jadi panas di kulit. 

Efek di kulit: Aku senang karena toner ini terasa ringan dan lumayan licin di kulit. Dia juga mudah menyerap jadi enak untuk layering. Sejauh ini efeknya lebih ke nyegerin wajah dan bikin wajah siap untuk menerima skincare selanjutnya.

Cara Pemakaian: sebetulnya ada 2 (dua) cara menggunakan toner ini. Teman-teman bisa langsung baurkan ke wajah, atau bisa menggunakan metode CSM. Seperti yang aku sebutkan sebelumnya, di kulitku kurang cocok dengan metode CSM jadi aku langsung apply saja ke wajah. Toner ini bisa dipakai di pagi ataupun malam hari. 

Harga: Rp100.000,- bisa dibeli di shopee.

Airnderm Hydrating Gel
Kalau ditanya favoritku dari ketiga produk ini apa? Aku dengan semangat akan menjawab Hydrating Gel! Jujur saat pertama kali melihat teksturnya aku sempet underestimate, kirain bakal lengket gitu. Soalnya, aku pernah cobain the famous Niacinamide Gel dan it's too sticky for me. Ternyata yang ini teksturnya beda, enak pol lho! Kemasannya sendiri terbuat dari plastik berwarna putih dan pink. Yang amat disayangkan, ternyata isinya super dikit jadinya cepat habis. 

Sama seperti tonernya, ingredients dari hydrating gel ini juga minimal, bahkan bisa dibilang super minimalis. Ada beberapa kandungan yang bisa kubahas, seperti:
  • Aloe Vera Extract: kandungan OG untuk melembabkan dan menenangkan kulit,
  • Squalane: minyak pelembab untuk menyerap ke dalam kulit. Memberikan hidrasi dan menutrisi ke kulit, dan
  • Tocopherol: mengurangi peradangan, membantu pembentukan kolagen, meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit.
Hydrating Gel ini juga tidak mengandung alkohol ataupun parfum. Aku suka karena dia gak ada wangi apapun, jadi saat dipakai ke wajah terasa nyaman.

Yuk kita masuk ke recap review. Aku akan membahas tekstur, wangi, warna, rasanya di kulit, serta efek di kulit. 

Tekstur, wangi, dan warna: pelembab ini punya tekstur gel kental. Kalau biasanya bentuknya watery gel, ini justru seperti jelly yang akan terpisah kalau di-scoop. Mirip minuman sarang burung! Dia juga no aroma! 

Rasa di kulit: produk ini enak deh, kusuka! Saat pertama diratakan dia terasa dingin di kulit. Rasanya ringan dan mudah diratakan, ada feels sticky di awal tapi lama-lama menyerap. Super enak sih buat kulit yang lagi iritasi atau kemerahan! 

Efek di kulit: sebagai pemilik kulit kering, biasanya pelembab yang bertekstur gel ini tuh bikin lembab, nenangin kulit yang kemerahan dan bentol. Memang sih ada sedikit lengket tapi aman banget ga mengganggu. Sejauh ini aku suka dengan efeknya dan nagih banget buat dipakai karena rasanya dingin. 

Cara pemakaian: pelembab ini aman banget dipakai di pagi ataupun malam hari karena dia ga pilling ataupun lengket. Pakai secukupnya aja, biasanya aku 2-3 scoops.

Harga: Rp99.000,- beli di shopee.

Airnderm Azeclair Treatment 
Kalau temen-temen bosen sama pelembab yang fungsinya cuma lembabin aja, cobain ini deh! Airnderm Azeclair Treatment ini selain melembabkan juga berfungsi mencerahkan dan mengurangi hiperpigmentasi. Kemasannya sendiri cukup unik dan higenis, berbentuk pump jadi kita tidak perlu colek produknya. Sayang, karena moisturizer ini cukup kental terkadang produk tidak keluar dan harus ditekan beberapa kali.

Sekarang kita masuk ke kandungannya. Kalau teman-teman lihat kemasannya, terdapat tulisan Azeloglicina di sana. Apa ini? Yes Azeloglicina merupakan perpaduan Azelaic Acid dan Glycine. Azelaic Acid dan Glycine (Azeloyl Diglycinate) bekerja dengan baik untuk meratakan warna kulit, mengurangi noda hitam, mencegah produksi melanin dan secara signifikan mencerahkan warna kulit. Selain mencerahkan, Azeloglicina juga membantu mengurangi produksi sebum, menghidrasi, dan meningkatkan elastisitas kulit. 

Selain kandungan tersebut, pelembab ini juga mengandung Niacinamide, Glutathione, Arbutin, dan Vitamin C. Keempat kandungan ini dikenal ampuh untuk mencerahkan serta meratakan warna kulit. Kandungan pencerahnya pol banget sih!

Mari kita masuk ke recap review. Aku akan membahas tekstur, wangi, warna, rasanya di kulit, serta efek di kulit. 

Tekstur, wangi, dan warna: pelembab ini teksturnya lumayan creamy pekat. Saat diratakan di kulitku dia agak back & forth trus somehow cukup berat dan tacky di beberapa menit awal. Aromanya sih so so aja, lumayan oke dan gak mengganggu. Karena warnanya yang putih dia ada efek tone up-nya di kulit.

Rasa di kulit: awal pemakaian pelembab ini aku merasa kulit agak berat atau tacky. Serasa ada sesuatu di atas kulit gitu. Untungnya lama-lama dia menyerap dan berasa lembabnya tanpa meninggalkan rasa lengket. Pada dasarnya dia cocok dipakai di simple skincare aja sih, biar kerasa nyaman. 

Efek di kulit: so far hal yang paling aku rasakan setelah pakai ini adalah instant tone up effect-nya. Yes, dia memberikan wajah kecerahan instan tanpa terlihat abu-abu. Untuk jangka lama memang perlu waktu dan proses ya. Kelembabannya sendiri di kulit keringku so so saja, perlu skincare berlayer agar kulit terasa lembab lalu tinggal ditutup pakai ini.  

Cara Pemakaian: setelah menggunakan sabun wajah, gunakan toner dan serum. Kemudian, gunakan Azeclair Treatment pada slot moisturizer. Gunakan sunscreen setelahnya bila digunakan pada siang hari 

Harga: Rp95.000,- bisa dibeli di shopee.

Dari ketiga produk, teman-teman tertarik yang mana nih? Share ya!
April 15, 2022 No comments
Teman-teman pecinta skincare pasti sudah tidak asing lagi dengan kandungan retinol. Kandungan ini  dikenal mampu mencegah penuaan dini dan mempercepat produksi kolagen pada kulit. Kalau bakuchiol? Rasanya juga sudah banyak yang familiar. Bakuchiol yang berasal dari tanaman Babchi akhir-akhir ini menjadi alternatif dari retinol, karena punya manfaat yang sama tapi lebih bisa cocok atau digunakan banyak pengguna. Nah hari ini aku mau membahas 2 (dua) produk dari  Bhumi yang punya kandungan anti aging, yaitu HPR Retinol Serum dan Bakuchiol Night Oil. Pilih yang mana? Apakah boleh pakai keduanya? Aku bahas ya. 

Bhumi HPR Retinol Serum 

Sesuai namanya, serum ini mempunyai kandungan utama retinol yang berfungsi untuk anti-aging, dengan tujuan mencegah dan memperbaiki kondisi kulit dari penuaan dini. Retinol juga berfungsi membantu mengurangi tumbuhnya jerawat dan sebagai antioksidan. Kemasannya aku suka! Berwarna merah pekat, terlihat simpel dan elegan tapi tetap praktis karena tinggal pump saja. Warna merahnya  Aku juga suka karena dia terbuat dari plastik jadi meminimalisir pecahnya kemasan kalau tak sengaja terjatuh. 

Sekarang kita masuk ke kandungannya. BHUMI HPR Retinol Serum punya kandungan utama 2% Retinol Complex yang terdiri dari 1% HPR dan 1% Retinol. HPR (Hydroxypinacolone Retinoate) sendiri merupakan jenis retinol yang lebih gentle makanya dia lebih minim atau bahkan tanpa iritasi. Dikombinasikan dengan 1% Retinol  membuat kandungan keduanya menjadi lebih stabil di kulit. 

Selain Retinol Complex, serum ini juga didukung kandungan lain yang tak kalah bagus yaitu:
  • Bio Peptide™ : teknologi advanced dari peptide yang membantu memberikan elastisitas agar kulit semakin sehat, kencang, dan kenyal. 
  • 1% Ferulic Acid : antioksidan yang bekerja sebagai penyeimbang dari kandungan lain Ia memiliki efek anti-aging dan anti oksidan, mendetoks wajah dari radikal bebas.
  • 2% Honey : berfungsi untuk memberikan hidrasi dan kelembaban pada kulit sehingga dapat membantu mengurangi kerutan halus di wajah.
  • Antioxidant Extracts seperti Wild Pansy, Brown Seaweed, Prickly Pear Stem Extract dan lainnya : memiliki fungsi antioksidan, dapat menenangkan wajah (calming and soothing).
Sekarang kita masuk ke recap review. Aku akan membahas tekstur, aroma, rasanya di kulit, efeknya, serta cara pemakaian.

Tekstur dan Aroma: meski dinamai serum, produk ini punya tekstur silky-lotion (creamy) berwarna kekuningan seperti pelembab. Aromanya herbal semacam wangi ginseng gitu, awalnya jujur aku kurang srek tapi lama-lama terbiasa dan jadi terasa relaxing.

Rasanya di Kulit: saat diaplikasikan, dia ada sensasi dingin menuju hangat di wajah. Di aku pribadi dia baiknya di-apply di kulit yang sudah dalam keadaan lembab tapi ngeset (bukan yang basah) karena kalau kulitnya belom terhidrasi beberapa kali dia trigger gatal di area pipi. Selain itu, baiknya jangan di-apply di kulit basah karena serum ini rentan pilling. 

Efek di Kulit: aku seneng sih dengan hasilnya karena pas pagi bangun kulit kerasa lebih plump and firm gitu. Kerasa kencang tapi gak too much. Aku sendiri pakai 2-3 kali sehari aja, bergantian dengan bakuchiol di malam hari.  Yang penting kalau pakai retinol sudah khatam basic skincare-nya dan jangan lupa pakai sunscreen ya paginya!

Cara Pemakaian: aku biasa gunakan 1-2 pump saja menggunakan Sandwich Method ala bule. Caranya, pakai moisturizer sebelum dan sesudah retinol (diapit) supaya wajah terasa lebih lembab. Nah umur berapa sih perlu pakai retinol? Kalau dari yang aku baca-baca sih umur 20 tahun ke atas sudah boleh, tapi seperti yang aku sebutkan yang penting sudah khatam basic skincare dulu. Bumil busui tidak dianjurkan pakai yah, nanti kalau sudah selesai menyusui baru boleh.

Harga: Rp295.000,- bisa dibeli di sini.

Bhumi Bakuchiol Night Oil

Kalau temen-temen mungkin tidak cocok atau sedang tidak bisa pakai retinol, boleh coba alternatifnya yaitu Bakuchiol. Kandungan ini mulai viral di tahun 2019 kemarin karena ternyata punya manfaat yang hampir sama dengan retinol. Bakuchiol berasal dari ekstrak biji dan daun tumbuhan Psoralea Corylifolia atau Babchi. Tumbuhan asli India ini banyak digunakan untuk penyembuhan sejak tahun 1900-an. Kemasannya sendiri super cantik dan elegan. Ia menggunakan botol kaca dengan pipet untuk mengambil produknya. Sayang, produk ini kemasannya cukup bulky jadi memang tidak bisa dibawa-bawa pergi. Face oil memang lebih cocok dipakai di rumah sih! 

Sekarang kita masuk ke kandungannya. Face oil ini punya beberapa ingredients, seperti:
  • 35% Pomegranate Oil : oil yang mengandung Bio-Flavanoid yang bekerja sebagai antioksidan dan anti inflamasi.
  • 5% Bakuchiol Oil :  alternatif retinol yang berfungsi mempercepat proses regenerasi kulit. Bakuchiol juga membantu meredakak jerawat aktif pada wajah. 
  • Tamanu Oil dan Sunflower Seed Oil : membantu menghilangkan bekas jerawat dalam bentuk PIH (bekas jerawat menghitam) dan PIE (bekas jerawat kemerahan).
  • 1% PHA (Polyhydroxy acid) : eksfoliasi mild untuk kulit wajah, terutama yang sensitif dan berjerawat.
Sekarang kita masuk ke recap review. Aku akan membahas tekstur, aroma, rasanya di kulit, efeknya, serta cara pemakaian.

Tekstur & Aroma: produk ini punya tekstur oil, tapi untungnya dia termasuk tipe dry oil yang ringan dan runny. Awal aku sempat wondering kenapa ini seperti mengkristal ya, kaya ada perbedaan warna di oil? Namun setelah aku tanya tim Bhumi ternyata memang begitu dan tidak masalah. Untuk aromanya sendiri herbal yang lumayan strong, not my favorite but still tolerable.

Rasanya di Kulit: karena teksturnya oil, aku biasa pakai 2-3 tetes aja untuk seluruh wajah. Caranya taruh di telapak tangan, usap, baru tap ke wajah. Dengan cara ini dia jadi terasa ringan di kulit. Kalau terlalu banyak, di aku malah jadi greasy dan gatal. Yang penting pakai secukupnya, sih! 

Efek di Kulit: malau si retinol efeknya ke firming, ini di aku  lebih ke plump & glowy. Teman-teman bisa pakai di pagi atau malam hari, tapi karena dia oil aku sih nyamannya dipakai malam. Dengan cara pakai yang tepat, kedua produk dari Bhumi bakal terasa manfaatnya di kulit.

Cara Pemakaian:  untuk cara pakainya, pastikan secukupnya aja. Aku biasa 2-3 tetes supaya wajah tetap nyaman. Biasa aku pakai bergantian dengan retinol di malam hari, tapi kalau mau pakai pagi juga boleh. Temen-temen bisa campur pelembab untuk pagi. Produk ini juga bisa digunakan sebagai spot treatment pada area yang sedang berjerawat!

Harga: Rp269.000,- bisa dibeli di sini.

Pakai keduanya boleh ga? Kalau temen-temen kulitnya kuat, boleh aja! Namun aku pilih pakai selang seling karena area pipiku sensitif. Jadi misalkan hari ini pakai bakuchiol, besok pakai retinol begitu selanjutnya. Teman-teman pilih bakuchiol atau retinol? Share yaa!

Thank You for Reading!

April 02, 2022 12 comments
Area depan LUNA 3 Plus dilengkapi dengan thermal touch points
Hai guys apa kabar? Setelah menghilang sekitar 1-2 bulanan gak nge-blog, I'm back! Senang sekali akhirnya aku bisa cobain 1 (satu) alat pembersih wajah yang dari dulu aku idamkan. Yes, it's from FOREO! Jujur aku penasaran banget buat cobain facial cleansing device kaya gini tapi ada takut-takutnya juga soal brush-nya. Bakal keras gak ya? Ternyata setelah dicoba silicon brush tersebut lembut dan padat sehingga gak menggosok banget. Oh ya, kali ini aku mau coba produk terbaru dari brand asal Swedia ini yaitu FOREO LUNA 3 Plus. Plus? Ada bedanya dong sama yang LUNA 3? Yuk kita bahas ya. 

LUNA 3 Plus sensitive skin
Pertama, mari kita bahas kemasannya dulu. FOREO LUNA 3 Plus hadir dalam premium box kemasan mika bening disertai beberapa pelengkap, seperti QR Code untuk masuk ke aplikasi, buku pedoman, dan kabel charger. Soal warna, ada 2 (dua) warna yang dihadirkan FOREO di seri LUNA 3 Plus ini, yaitu warna pink dan lilac. Pink dibuat untuk normal skin, sedangkan Lilac mempunyai silicon brush yang lebih lembut untuk sensitive skin. Jadi untuk temen-temen yang punya kulit sensitif tidak perlu khawatir akan iritasi karena silicon brush-nya lembut.

LUNA 3 Plus thermal touchpoints dan microcurrent pins
Oke sekarang kita masuk ke perbedaan. FOREO LUNA 3 Plus merupakan advance version dari FOREO LUNA 3. Yang membedakan adalah dari besi-besi berwarna emas yang terdapat di depan dan belakang device, yaitu: 
  1. Thermal Touchpoints: 8 titik yang terletak di bagian depan device, fungsinya memberikan efek hangat untuk 'melelehkan' kotoran yang terperangkap di pori-pori saat mencuci wajah (thermal cleansing). 
  2. Microcurrent Pins: 2 titik yang terletak di bagian belakang device akan menghantarkan arus mikro listrik, fungsinya untuk membantu mengangkat dan mengencangkan wajah dengan cara massage.
Selain  2 (dua) hal tersebut, FOREO LUNA 3 Plus ini punya feature yang sama dengan pendahulunya, seperti adanya denyut T-Sonic saat kita mencuci muka yang fungsinya merelaksasi otot wajah dan memperlancar sirkulasi darah serta silicone brush yang lembut dan higienis. Singkatnya, produk ini secara umum berfungsi untuk deep cleanse agar kotoran di wajah terangkat sehingga wajah jadi lebih bersih. Selain itu, dengan adanya alat microcurrent device ini juga salah satu bentuk perawatan anti-aging yang patut dicoba. 

Sebagai referensi awal, kulitku ini tipenya kering dan sedikit sensitif apabila terlalu banyak exfoliate di area pipi. Karenanya, selama 1 bulan penggunaan FOREO LUNA 3 Plus ini, aku lebih banyak menggunakannya di area T-Zone dan dagu. Untuk area pipi hanya sesekali saja, jika wajah sedang terasa greasy atau kusam karena pergi seharian. 

hasil satu kali pemakaian FOREO LUNA 3 Plus
Pada dasarnya, ada 2 (dua) cara membersihkan wajah menggunakan FOREO LUNA 3 Plus. Cara pertama, kita taruh sabun wajah ke bagian depan device lalu usap perlahan ke wajah sampai menghasilkan busa. Kedua, kita baurkan sabun ke wajah terlebih dahulu sampai berbusa, baru gunakan alatnya. Aku pribadi, lebih suka cara kedua karena lebih mudah dan cepat menghasilkan busa. 

Awal perdana menyalakan, teman-teman bisa connect device ke aplikasi FOREO yang ada di ponsel terlebih dahulu. Setelah tersambung, bisa ikuti guideline di aplikasi untuk proses cleansing-nya. Kalau ingin lebih praktis, bisa juga langsung menggunakannya tanpa guide. Cukup tekan tombol yang terletak di bagian belakang device dan kalau sudah selesai tekan tahan 3 (tiga) detik untuk mematikan.

Teman-teman bisa gunakan sabun wajah apa saja yang disuka, kalau aku pakai sabun wajah dari FOREO yang namanya Micro-Foam Cleanser. Area T-Zone dan dagu aku pakaikan dengan durasi yang sedikit lebih lama daripada area pipi. Rasanya? Saat pemakaian wajah terasa hangat dari thermal touchpoints-nya. Selain itu, denyutan T-Sonic nya juga membuat area wajah lebih rileks. Untuk area hidung aku sedikit lebih tekan menggunakan ujung device supaya kotoran atau komedo mudah terangkat, apalagi exfoliate dengan menggunakan LUNA 3 Plus ini dibantu dengan thermal cleansing untuk melelehkan sebum di dalam pori-pori. 

sebelum dan sesudah penggunaan LUNA 3 Plus
Efeknya bagaimana? Setelah menggunakan FOREO LUNA 3 Plus, aku merasa wajah menjadi lebih bersih, terutama area hidung. Ia mampu mengurangi komedo putih (whitehead) sehingga terasa lebih bersih dan halus. Sejauh ini aku lebih sering pakai di area T-Zone dan dagu saja yang memang membutuhkan deep cleansing dan exfoliate. Untuk area pipi aku hanya pakai maksimal 5 (lima) detik karena kalau terlalu lama malah jadi over-exfoliate (gatal dan merah). Sensasi hangat dari Thermal Touchpoints-nya juga enak, paling terasa di area dahi karena bikin wajah relax. Oh ya, aku pakai 1-2 kali saja dalam seminggu. 

microcurrent pins LUNA 3 Plus
Sekarang mari kita bahas Microcurrent Pins yang terletak di bagian belakang device. Sebagai pemilik pipi chubby, aku penasaran efek massage dari device ini. Berbeda dari feature cleansing, untuk mengaktifkan feature massage ini teman-teman perlu membuka aplikasi dan mengikuti guideline di sana. Mudah kok, tinggal download dan ikuti saja karena sudah ada videonya. Aku paling suka Full Facial Toning untuk massage area pipi dan Laugh Line Treatment untuk mengurangi smile lines. 

cara penggunaan anti-aging LUNA 3 Plus
Sebelum mulai pastikan area Microcurrent Pins pada device dalam keadaan kering. Supaya lebih glides on, teman-teman boleh pakai serum yang water based - di foto aku pakai dari FOREO yang namanya 'SERUM SERUM SERUM'. Serum ini mengadung Hyaluronic Acid dan Squalane yang melembabkan wajah dan membantu pemakaian device. Ingat yah, jangan pakai yang oil atau gel based karena takutnya jadi nyelekit dan bakal menurunkan efektivitas microcurrent pada device.

Awal menggunakan aku ada kesalahan karena menggunakan facial oil. Alhasil, rasanya jadi nyelekit dan kurang nyaman. Setelah mencoba lagi dengan SERUM SERUM SERUM ini, rasanya jauh lebih enak. Ada sensasi hangat dan relax saat menggunakan. Rasa nyelekitnya masih ada, tapi masih bearable. Efek face lift-nya lumayan terasa lho! Apalagi kalau kita pakai di area jawline. Wajah jadi terasa lebih kencang dan terangkat. Aku juga biasa pakai 1-2 kali dalam seminggu.  


FOREO LUNA3 Plus, SERUM SERUM SERUM, Micro-Foam cleanser
Overall, aku puas dan senang bisa punya FOREO LUNA 3 Plus. Membersihkan wajah menjadi lebih bersih dan menyeluruh, juga membantu untuk mengencangkan kulit! Face wash dan serumnya juga enak, terasa gentle dan clean di kulit. Very recommended! Kalau teman-teman penasaran cara menggunakannya dan review lainnya, bisa cek ke instagram page Foreo Indonesia. Dan untuk temen-temen yang ingin mengetahui berapa harganya dan tertarik untuk membeli, bisa cek juga di Sephora dan FOREO Official di Lazada ya.

Thank You for Reading!
March 15, 2022 24 comments

Akhirnya setelah sekian lama, aku review make up lagi! Sejak pandemi, aku jadi super jarang pakai make up (bahkan, cenderung malas karena di rumah saja). Namun, beberapa kegiatan tentunya tetap memerlukan make up, makanya aku tetep ngikutin perkembangannya. Hari ini, aku mau membahas 1 (satu) produk make up yang memang dipakai dalam daily basis, yaitu bedak. Yang kali ini aku review dari Confitty, namanya Silky Skin Two Way Cake. Kebetulan aku berkesempatan membahas keempat warnanya, siapa tau bisa jadi referensi temen-temen! Cus disimak review ya! 

Pertama-tama, apa itu Two Way Cake? Dilansir dari Fimela, Two Way Cake merupakan kombinasi antara bedak dan foundation yang bergabung menjadi satu. Jenis bedak ini menjadi pilihan yang tepat jika temen-temen ingin praktis saat make up. Karena ada kandungan foundation, biasanya Two Way Cake punya ketahanan yang lebih lama, cocok untuk dipakai pergi seharian. Begitu juga dengan Confitty Silky Skin Two Way Cake. Sesuai namanya, bedak ini diformulasi tahan lama, memberikan hasil yang natural dengan efek silky skin. Aku penasaran sih gimana performanya di dry skin.

Kemasannya sendiri berwarna pink bundar seperti kemasan bedak umumnya. Yang kusuka, desainnya terlihat elegan dengan motif pink marble dan tempat bedak transparan. Selain itu, dia punya bentuk yang super unik. Untuk membukanya, kita perlu memutar atau menggerakannya ke kanan (tulisan open), baru tarik. Barulah di  dalamnya ada cermin, tempat puff, dan bedaknya. Ketika membeli bedak, teman-teman juga akan mendapatkan brush pipih lho, jadi ada 2 (dua) jenis aplikator.

Sekarang kita bahas ingredients-nya. Bedak ini punya 3 (tiga) kandungan utama;

  • Zinc Oxide (SPF 15): melindungi kulit dari UVB dan mencegah sunburn. Lumayan bisa membantu menambah proteksi kulit setelah pakai sunscreen.
  • Sodium Hyaluronate: melembabkan dan melembutkan kulit, mencegah bedak creasing atau crack.
  • Salicylic Acid (0.02%): untuk oil control, menjaga tekstur kulit dan meminimlaisir pori-pori tersumbat.

Untuk warnanya sendiri, bedak dari Confitty ini punya 4 (empat) pilihan warna:

  • Vanilla: warna paling terang. Cocok untuk teman-teman yang punya light skintone dengan undertone cool / pink.
  • Cheesecake: warna terang. Cocok untuk teman-teman yang punya light skintone dengan undertone warm.
  • Cookie Dough: warna medium-gelap. Cocok untuk teman-teman yang punya medium skintone dengan undertone warm.
  • Mocha Latte: warna medium-gelap. Cocok untuk teman-teman yang punya medium skintone dengan undertone warm. Watna agak sedikit ke pink / cool.

Sekarang kita masuk ke recap review-nya. Untuk bedak ini aku akan membahas mulai dari tekstur, aroma, dan warna, rasanya di kulit, efeknya, cara pemakaian, serta harga.

Tekstur: alas bedak dari Confitty ini punya tekstur padat atau pressed. Saat aku swipe dengan jari, teksturnya terasa lembut dan gak terlalu powdery (jatuh-jatuh). Karena bentuknya yang padat, dia memiliki partikel lebih kecil sehingga bisa menyamarkan pori dan menutupi kekurangan di wajah. Bentuk pressed powder ini juga nyaman dibawa kemana-mana karena tidak akan mudah tumpah.

Aroma & Warna: Untuk launching awal, adanya 4 (empat) pilihan warna mulai dari light-pink undertone, light-yellow undertone, medium-yellow undertone, dark-yellow undertone menurutku cukup oke ya. Ke depannya boleh banget ditambahkan warna lain yang lebih gelap atau terang supaya bisa menjangkau banyak warna kulit. Aku sendiri sepertinya akan lebih cocok di warna antara Vanilla & Cheesecake, tapi warna Cheesecake juga masuk kok. Oh ya, bedak ini hampir tidak ada aromanya lho! Buatku yang selektif dengan wewangian, ini jadi another poin plus sih!

Pengaplikasian: oke ini part paling penting. Aku memilih warna Cheesecake dan mencoba mengaplikasikannya dengan sponge yang tersedia. Buatku yang kulitnya kering, sponge ini agak tricky ya untuk dipakai. Saat aku mencoba teknik 'seret' atau gosok yang sedang in, dia jadi agak patchy (muncul warna kuning di beberapa titik yang cukup jelas). Akhirnya aku kembali ke teknik dulu, yaitu 'tepuk' atau tap. Hasilnya lumayan oke, merata di seluruh wajah. Untuk area pinggir hidung dan sekitar bibir terlihat powdery atau crack karena area tersebut super kering, karenanya untuk kedua area tersebut aku bantu rapikan dengan brush pipih-nya.

Kemudian, aku mencoba kembali pakai bedak ini dengan sponge atau aplikatorku pribadj. Hasilnya jauh-jauh lebih oke dan merata. So maybe it's not the powder but the sponge yang bikin aku agak struggle di awal. Aku akan pakai punyaku sendiri untuk ke depannya.

Pigmentasi, Finish, Ketahanan: bedak Confitty ini pigmentasinya medium menurutku. Untuk under eye dia lumayan bisa menyamarkan sekitar 50% (lima puluh persen). Untuk urat di pipi dan bekas jerawat menghitam, surprisingly dia bisa menyamarkan hingga 80%, jadi hampir tak terlihat. W o W! Bakal cocok dipakai daily, nih. Meski punya kemampuan menutupi imperfection di wajah, bedak ini rasanya cukup nyaman di kulit. Gak kerasa berat atau cakey atau powdery sama sekali di kulit.

Untuk finish-nya sendiri, seperti namanya dia lumayan bikin kulit terlihat silky-smooth. Blurring effect-nya oke banget! Paling terlihat di foto sih, pori-pori jadi lebih samar kalau dilihat dari jauh. Warna kulit juga jadi lebih merata. Nah soal ketahanan, kebetulan karena sekarang aku lebih banyak di rumah dia bisa tahan 5-6 jam. Untuk area pipi yang kering sih pastinya dia bertahan banget, nah yang aku agak kaget di area T-Zone dan hidung yang lebih berminyak ternyata dia juga bertahan dan tidak patchy. Ada patchy sedikit di area pinggir hidung letak kacamata, tapi diusap sedikit langsung oke kembali.

Cara Pakai: seperti yang aku jelaskan sebelumnya, aku memakai sponge sendiri untuk mengaplikasikan bedak Confitty. Kalau ingin pigmentasinya lebih oke, aku biasa pakai sponge. Namun jika aku sudah pakai foundation dan hanya ingin membuat foundie-nya bertahan, aku pilih pakai brush saja supaya lebih ringan.

Harga: Rp139.000,- bisa dibeli di shopee.

Overall, aku suka bedak ini karena dia punya blurry effect yang oke dan punya pigmentasi yang bagus. I wish they had a better sponge though, pengaplikasian jadi a bit tricky karena sponge-nya tadi. Teman-teman tertarik mencoba ga nih?

Thank You for Reading!

March 14, 2022 4 comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me


Hi guys! My name is Lisa. I write beauty & fashion related-posts.

Pageviews

Sociolla

Sociolla

Follow Me

Followers

I'M #JBBinsider

I'M #JBBinsider


FOLLOW ME @INSTAGRAM





Created with by ThemeXpose