instagram twitter pinterest tumblr
  • Home
  • Beauty
  • Life Style
    • Fashion
    • DIY
    • Photography
  • About
  • Contact
  • Shop

E L L Y Z A B E T H - Indonesian Fashion & Beauty Blogger

Teman-teman pecinta skincare pasti sudah tidak asing lagi dengan kandungan retinol. Kandungan ini  dikenal mampu mencegah penuaan dini dan mempercepat produksi kolagen pada kulit. Kalau bakuchiol? Rasanya juga sudah banyak yang familiar. Bakuchiol yang berasal dari tanaman Babchi akhir-akhir ini menjadi alternatif dari retinol, karena punya manfaat yang sama tapi lebih bisa cocok atau digunakan banyak pengguna. Nah hari ini aku mau membahas 2 (dua) produk dari  Bhumi yang punya kandungan anti aging, yaitu HPR Retinol Serum dan Bakuchiol Night Oil. Pilih yang mana? Apakah boleh pakai keduanya? Aku bahas ya. 

Bhumi HPR Retinol Serum 

Sesuai namanya, serum ini mempunyai kandungan utama retinol yang berfungsi untuk anti-aging, dengan tujuan mencegah dan memperbaiki kondisi kulit dari penuaan dini. Retinol juga berfungsi membantu mengurangi tumbuhnya jerawat dan sebagai antioksidan. Kemasannya aku suka! Berwarna merah pekat, terlihat simpel dan elegan tapi tetap praktis karena tinggal pump saja. Warna merahnya  Aku juga suka karena dia terbuat dari plastik jadi meminimalisir pecahnya kemasan kalau tak sengaja terjatuh. 

Sekarang kita masuk ke kandungannya. BHUMI HPR Retinol Serum punya kandungan utama 2% Retinol Complex yang terdiri dari 1% HPR dan 1% Retinol. HPR (Hydroxypinacolone Retinoate) sendiri merupakan jenis retinol yang lebih gentle makanya dia lebih minim atau bahkan tanpa iritasi. Dikombinasikan dengan 1% Retinol  membuat kandungan keduanya menjadi lebih stabil di kulit. 

Selain Retinol Complex, serum ini juga didukung kandungan lain yang tak kalah bagus yaitu:
  • Bio Peptide™ : teknologi advanced dari peptide yang membantu memberikan elastisitas agar kulit semakin sehat, kencang, dan kenyal. 
  • 1% Ferulic Acid : antioksidan yang bekerja sebagai penyeimbang dari kandungan lain Ia memiliki efek anti-aging dan anti oksidan, mendetoks wajah dari radikal bebas.
  • 2% Honey : berfungsi untuk memberikan hidrasi dan kelembaban pada kulit sehingga dapat membantu mengurangi kerutan halus di wajah.
  • Antioxidant Extracts seperti Wild Pansy, Brown Seaweed, Prickly Pear Stem Extract dan lainnya : memiliki fungsi antioksidan, dapat menenangkan wajah (calming and soothing).
Sekarang kita masuk ke recap review. Aku akan membahas tekstur, aroma, rasanya di kulit, efeknya, serta cara pemakaian.

Tekstur dan Aroma: meski dinamai serum, produk ini punya tekstur silky-lotion (creamy) berwarna kekuningan seperti pelembab. Aromanya herbal semacam wangi ginseng gitu, awalnya jujur aku kurang srek tapi lama-lama terbiasa dan jadi terasa relaxing.

Rasanya di Kulit: saat diaplikasikan, dia ada sensasi dingin menuju hangat di wajah. Di aku pribadi dia baiknya di-apply di kulit yang sudah dalam keadaan lembab tapi ngeset (bukan yang basah) karena kalau kulitnya belom terhidrasi beberapa kali dia trigger gatal di area pipi. Selain itu, baiknya jangan di-apply di kulit basah karena serum ini rentan pilling. 

Efek di Kulit: aku seneng sih dengan hasilnya karena pas pagi bangun kulit kerasa lebih plump and firm gitu. Kerasa kencang tapi gak too much. Aku sendiri pakai 2-3 kali sehari aja, bergantian dengan bakuchiol di malam hari.  Yang penting kalau pakai retinol sudah khatam basic skincare-nya dan jangan lupa pakai sunscreen ya paginya!

Cara Pemakaian: aku biasa gunakan 1-2 pump saja menggunakan Sandwich Method ala bule. Caranya, pakai moisturizer sebelum dan sesudah retinol (diapit) supaya wajah terasa lebih lembab. Nah umur berapa sih perlu pakai retinol? Kalau dari yang aku baca-baca sih umur 20 tahun ke atas sudah boleh, tapi seperti yang aku sebutkan yang penting sudah khatam basic skincare dulu. Bumil busui tidak dianjurkan pakai yah, nanti kalau sudah selesai menyusui baru boleh.

Harga: Rp295.000,- bisa dibeli di sini.

Bhumi Bakuchiol Night Oil

Kalau temen-temen mungkin tidak cocok atau sedang tidak bisa pakai retinol, boleh coba alternatifnya yaitu Bakuchiol. Kandungan ini mulai viral di tahun 2019 kemarin karena ternyata punya manfaat yang hampir sama dengan retinol. Bakuchiol berasal dari ekstrak biji dan daun tumbuhan Psoralea Corylifolia atau Babchi. Tumbuhan asli India ini banyak digunakan untuk penyembuhan sejak tahun 1900-an. Kemasannya sendiri super cantik dan elegan. Ia menggunakan botol kaca dengan pipet untuk mengambil produknya. Sayang, produk ini kemasannya cukup bulky jadi memang tidak bisa dibawa-bawa pergi. Face oil memang lebih cocok dipakai di rumah sih! 

Sekarang kita masuk ke kandungannya. Face oil ini punya beberapa ingredients, seperti:
  • 35% Pomegranate Oil : oil yang mengandung Bio-Flavanoid yang bekerja sebagai antioksidan dan anti inflamasi.
  • 5% Bakuchiol Oil :  alternatif retinol yang berfungsi mempercepat proses regenerasi kulit. Bakuchiol juga membantu meredakak jerawat aktif pada wajah. 
  • Tamanu Oil dan Sunflower Seed Oil : membantu menghilangkan bekas jerawat dalam bentuk PIH (bekas jerawat menghitam) dan PIE (bekas jerawat kemerahan).
  • 1% PHA (Polyhydroxy acid) : eksfoliasi mild untuk kulit wajah, terutama yang sensitif dan berjerawat.
Sekarang kita masuk ke recap review. Aku akan membahas tekstur, aroma, rasanya di kulit, efeknya, serta cara pemakaian.

Tekstur & Aroma: produk ini punya tekstur oil, tapi untungnya dia termasuk tipe dry oil yang ringan dan runny. Awal aku sempat wondering kenapa ini seperti mengkristal ya, kaya ada perbedaan warna di oil? Namun setelah aku tanya tim Bhumi ternyata memang begitu dan tidak masalah. Untuk aromanya sendiri herbal yang lumayan strong, not my favorite but still tolerable.

Rasanya di Kulit: karena teksturnya oil, aku biasa pakai 2-3 tetes aja untuk seluruh wajah. Caranya taruh di telapak tangan, usap, baru tap ke wajah. Dengan cara ini dia jadi terasa ringan di kulit. Kalau terlalu banyak, di aku malah jadi greasy dan gatal. Yang penting pakai secukupnya, sih! 

Efek di Kulit: malau si retinol efeknya ke firming, ini di aku  lebih ke plump & glowy. Teman-teman bisa pakai di pagi atau malam hari, tapi karena dia oil aku sih nyamannya dipakai malam. Dengan cara pakai yang tepat, kedua produk dari Bhumi bakal terasa manfaatnya di kulit.

Cara Pemakaian:  untuk cara pakainya, pastikan secukupnya aja. Aku biasa 2-3 tetes supaya wajah tetap nyaman. Biasa aku pakai bergantian dengan retinol di malam hari, tapi kalau mau pakai pagi juga boleh. Temen-temen bisa campur pelembab untuk pagi. Produk ini juga bisa digunakan sebagai spot treatment pada area yang sedang berjerawat!

Harga: Rp269.000,- bisa dibeli di sini.

Pakai keduanya boleh ga? Kalau temen-temen kulitnya kuat, boleh aja! Namun aku pilih pakai selang seling karena area pipiku sensitif. Jadi misalkan hari ini pakai bakuchiol, besok pakai retinol begitu selanjutnya. Teman-teman pilih bakuchiol atau retinol? Share yaa!

Thank You for Reading!

April 02, 2022 12 comments
Adakah temen-temen pembaca yang sudah berusia 20-an, tapi masih takut atau pemula banget dalam hal retinol? Tos dong kalo gitu, aku juga dulu adalah salah satu yang jarang pakai retinol karena takut dengan efek sampingnya. Padahal, retinol adalah satu kandungan yang ampuh buat mencegah penuaan dini dan kerutan pada wajah. Sekarang, aku mulai memberanikan diri untuk mencoba produk yang mengandung retinol. Salah satunya dari White Story, namanya Advanced Care Serum. 

Ada 3 (tiga) alasan kenapa menurutku serum ini cocok untuk pemula:
  1. Harga yang cukup affordable dengan kemasan yang mini;
  2. Kandungan Granactive Retinoid (HPR) yang minim iritasi; dan
  3. Teksturnya yang milky dan feels lembabin.
Aku bakal jelaskan lebih lanjut ketiga alasan ini ya. Mari disimak review-nya!

Pertama, mari kita bahas kemasannya dulu. Serum ini punya ukuran cukup mini, yaitu 10 gram. Untuk pemula yang akan pakai retinol serum di 1-3 kali seminggu, ukuran segini masih oke banget dan gak akan cepat habis juga. Terlebih, harganya juga ekonomis jadi andaikan ternyata kurang cocok tidak akan terlalu sedih. Untuk yang sudah khatam retinol mungkin akan merasa isinya terlalu sedikit, kalau pakai tiap hari mungkin 1-2 minggu sudah habis.

Kemasannya sendiri berbentuk botol disertai pipet. Untuk menarik produk  memang perlu trik karena teksturnya milky, caranya taruh pipet di tengah dalam botol, tekan ujung pipet, dorong ke bawah, lalu lepas tekanan. Nanti cairan akan otomatis tertarik ke pipet! Oh ya ingredients list terletak di kotak kemasan, jadi kalau teman-teman mau mempelajari jangan dibuang ya. 

Yuk kita masuk ke ingredients list-nya. Serum ini punya kandungan utama Granactive Retinoid. Apa ini, dan apa bedanya dengan retinol biasa?
"Granactive Retinoid merupakan retinol jenis baru yang lebih gentle. Kandungan tersebut merupakan Hydroxypinacolone Retinoate (HPR), senyawa organik yang berasal dari asam retinoat atau Retin-A. HPR ini punya cara kerja yang sama dengan retinol, namun dengan menghasilkan minim iritasi atau bahkan tanpa iritasi dan tidak menyebabkan kulit kering. Karenanya, dia cukup friendly dengan kulit kering dan sensitif. "

Selain kandungan tersebut, juga ada kandungan lain seperti:
  • Peptide: kandungan yang menghasilkan kolagen sehingga mampu mencegah penuaan dini dan membuat kulit tetap elastis. 
  • Niacinamide: mencerahkan kulit dan membantu mengurangi jerawat.
  • Allantoin: memiliki sifat anti inflamasi dan menenangkan kulit yang sensitif.
  • Hyaluronic Acid: mampu menjaga hidrasi dan melembabkan kulit.
Yang perlu temen-temen ketahui, produk ini mengandung parfum dan ethyl alcohol. Jadi, kalau teman-teman sensitif dengan dua kandungan ini, bisa jadi bahan pertimbangan ya.

Mari masuk ke recap review. Seperti biasa aku akan membahas tekstur, wangi dan warna, feels di kulit, efek di kulit, cara pemakaian, serta harga. 

Tekstur, Wangi, dan Warna: serum ini punya tekstur milky, di tengah-tengah antara cair ke kental, sedikit watery. Seperti produk White Story yang pernah kucoba, dia ada aroma wangi dari kandungan parfum, untungnya aroma serum ini oke di hidungku jadi ga terlalu mengganggu. 

Feels di Kulit: saat diaplikasikan serum ini terasa ringan, mudah diratakan, dan mudah menyerap. Meski mudah menyerap, dia ga bikin kulit kering sama sekali, malah cenderung lembabin dan bikin plump. Meski begitu, setelahnya aku tetap pakaikan hydrating agents supaya kulit makin lembab.

Efek di Kulit: so far aku nyaman pakai serum ini. Meski ada kandungan alkohol dia ga bikin kering di aku. Aku sempat pakaikan di area T-Zone saja untuk tes, aku merasa tekstur kulit yang dipakaikan Advanced Care Serum saat diusap lebih lembut (gak gradakan). Aku bakal coba pakai terus supaya kulit terhindar dari tanda penuaan dini! 

Cara Pemakaian: dari yang aku baca-baca, pengguna pemula retinol dianjurkan memakai retinol serum 1-3 kali dulu dalam seminggu. Hal ini supaya kulit ga kaget dan bisa berangsur melakukan penyesuaian. Aku sendiri sampai sekarang pakai 2-3 kali aja seminggu.

Kalau sudah terbiasa, serum ini boleh dipakai setiap hari, di malam hari untuk seluruh wajah. Setelahnya aku tetap pakaikan hydrating agents supaya kulit tetap punya kelembaban lebih. Jangan lupa pakai sunscreen di pagi hari ya.

Harga: Rp47.000,- bisa dibeli di shopee. 

Thank you for Reading! 
December 28, 2021 5 comments
Older Posts

About me

About Me


Hi guys! My name is Lisa. I write beauty & fashion related-posts.

Pageviews

Sociolla

Sociolla

Follow Me

Followers

I'M #JBBinsider

I'M #JBBinsider


FOLLOW ME @INSTAGRAM





Created with by ThemeXpose