instagram twitter pinterest tumblr
  • Home
  • Beauty
  • Life Style
    • Fashion
    • DIY
    • Photography
  • About
  • Contact
  • Shop

E L L Y Z A B E T H - Indonesian Fashion & Beauty Blogger

Halo semua! Di beberapa post yang lalu aku pernah membagi ke kalian beberapa ide kegiatan untuk kalian yang sedang di rumah aja. Nah, salah satu kegiatan yang aku sedang lakukan akhir-akhir ini adalah menjahit. Awalnya aku ingin belajar menjahit baju saja, tapi ada satu peristiwa yang membuat aku beralih, yaitu ketika supirku datang dan ia bercerita bahwa tetangga-tetangganya tidak mempunyai masker, padahal ada satu warga sekitarnya yang terkena Covid-19. Berawal dari kejadian itu, aku bersama mamaku akhirnya memutuskan untuk membuat masker dan membagikannya kepada orang-orang sekitar saja.

Aku sudah sekitar seminggu belajar membuat masker kain. Penggunaan masker kain memang tidak seefektif disposable mask, tapi sekarang harga disposable mask sudah sangat mahal, dari yang tadinya hanya sekitar Rp 25.000,- sekarang sudah mencapai Rp 300.000,- sehingga masker kain pun menjadi pilihan juga. Pemerintah pun juga sudah mewajibkan masyarakat Indonesia untuk menggunakan masker kain. Oleh karena itu, aku mau membagi ke kalian bagaimana cara membuat masker kain yang bisa diisi tisu sebagai filter.

Bahan-bahan yang diperlukan adalah:
- kain berbahan katun
- karet ukuran 4mm (untuk yang tidak berhijab) atau tali guling (untuk yang berhijab)
- gunting
- jarum pentul
- mesin jahit (jika tidak punya bisa jahit manual menggunakan tangan, siapkan benang dan jarum)
- setrika

Tahapannya adalah sebagai berikut:

1. Gunting kain dengan ukuran panjang 37 cm x lebar 20 cm.

2. Klim atau lipat bagian lebar kain, kemudian jahit.

3. Lipat kain menjadi dua untuk mengetahui batas tengah kain.

4. Arahkan masing-masing bagian lebar kain (L) ke arah tengah. Bagian putih pada kain berada di luar. Tandai dengan jarum pentul.

5. Jahit bagian kanan dan kiri kain. Sisakan sekitar 1.5-2 cm di masing-masing ujung jahitan untuk menyelipkan karet atau tali.

6. Balik kain ke arah keluar.

7. Buat 3 (tiga) lipatan ke arah bawah, lalu tandai dengan jarum pentul di sisi kanan dan kiri kain sampai membentuk masker dengan ukuran sekitar 18.5 cm x 9.5 cm. Agar lebih mudah saat dijahit, setrika masker agar lipatannya lebih bagus.

8. Untuk yang tidak berhijab, masker diselipkan karet sepanjang 15 cm pada kedua sisi sudut masker, lalu jahit bagian pinggir. Jangan lupa berikan jahitan tambahan 2-3 kali pada bagian karet agar lebih kuat. 

9. Untuk yang berhijab, selipkan tali dengan panjang 45 cm pada masing-masing pada bagian sudut masker lalu jahit sepanjang sisi masker. Jangan lupa berikan jahitan tambahan pada bagian tali agar lebih kuat.
Bagian menjahit ini harus pelan-pelan karena kain yang tebal saat ditumpuk.

9. Jadi deh.

bisa diselipkan tisu loh!

p.s: kalau tidak punya mesin jahit, bisa jahit menggunakan tangan tapi mungkin tidak akan sekuat menggunakan mesin jahit.

April 07, 2020 7 comments
Valentine's Day kemarin aku mendapat kiriman bunga dari temanku yang merupakan florist, yaitu Chandra dari Chance Flower. Setiap aku dikirimkan fresh flowers, aku sangat senang, tapi ada sedikit sedihnya juga. Sedih ketika bunga-bunga ini setelah 1 (satu) minggu akan layu, rasanya sayang aja gitu pas ngebuangnya. Nah daripada bunganya dibuang percuma, aku mau coba membuat dried flowers sebelum daunnya layu. Ini pertama kali aku buat bunga kering, jadi kalo hasilnya jelek maklumin ya! Menurutku sih untuk percobaan pertama hasilnya lumayan bagus.

Daun atau bunga yang batangnya tipis dan kandungan airnya sedikit akan lebih mudah untuk dikeringkan, sedangkan yang kandungan airnya banyak seperti bunga mawar mungkin akan membutuhkan usaha lebih bagi pemula. Jenis bunga yang biasanya digunakan untuk rangkaian adalah bunga baby breath, daun eucalyptus, daun caspia, bunga kapas, daun pampas, bunga lavender, bunga mawar, bunga pussy willow, bunga lagurus, dan banyak lagi. 

Here's the step!

1. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan.
Ada 3 (tiga) jenis daun atau bunga fresh yang aku mau keringkan, yaitu daun dolar atau eucalyptus, daun caspia, dan bunga baby breath. Daun dan bunga ini aku ambil dari bouquet bunga yang aku terima. Usahakan untuk membuka bouquet-nya sebelum daun atau bunganya layu, misalnya 2 (dua) hari setelah bunga diterima.
Bahan lain yang aku butuhkan:
- tali untuk menggantungkan daun dan bunga;
- gunting;
- karet;
- gantungan baju;
- vas bunga atau botol minuman bekas.

2. Pisahkan masing-masing bunga atau daun
Pisahkan setiap batang daun atau bunga secara hati-hati. Biasanya, saat dilepas dari bouquet antar batang itu saling menempel, jadi harus dipisahkan supaya saat kering tidak menyatu dan kemudian patah. Jangan lupa trim atau potong batang atau daun yang jelek supaya lebih rapi dan cantik.

3. Ikat daun dan bunga pada seutas tali.
Satukan daun dan bunga sesuai jenisnya lalu karetkan. Setelah dikaretkan, ikat batang-batangnya ke seutas tali untuk nanti digantungkan. Sebetulnya, akan lebih baik jika digantung satu-satu, tapi aku tidak punya tali lagi untuk menggantungnya. Yang penting jangan sampai menempel saja saat digantung, harus terpisah satu sama lain.

4. Ikat tali ke gantungan baju
Gantungkan daun dan bunga yang sudah diikat tali digantungkan ke gantungan baju secara terbalik. Fungsinya agar daun dan bunga yang dikeringkan tetap kokoh berdiri ke atas. Kalau dibiarkan saja tanpa digantung terbalik, ada resiko bunga dan daun layu saat kering.

5. Gantungkan daun dan bunga di tempat yang terkena sinar matahari
Setelah diikat ke gantungan baju, gantungkan daun dan bunga ke tempat yang terkena sinar matahari. Di kamarku, sinar matahari hanya ada dari jendela, jadi aku gantungkan di sana. Pastikan ikatan pada gantungan baju kencang agar tidak jatuh.

6. Tunggu sampai kering (sekitar 1-2 minggu)
Tunggu daun sampai kering. Kalo punyaku sih 1 (satu) minggu juga sudah kering karena bunga dan daunnya memang yang tidak banyak menyerap air. Mungkin kalau bunga mawar atau bunga lain yang mempunyai kandungan air banyak memerlukan waktu sampai 2 (dua) minggu.

7. Pisahkan daun dan bunga
Jika sudah kering, lepaskan bunga dan daun dari ikatannya. Pisahkan daun dan bunga secara hati-hati karena daun dan bunga yang sudah kering cenderung lebih mudah patah.

8. Semprot hairspray agar lebih tahan lama (opsional)
Sebetulnya step ini juga aku dapat dari internet sih, katanya kalau bunga dan daun yang telah dikeringkan sebaiknya disemprot hairspray supaya lebih tahan lama. Namun jika kamu tidak punya hairspray atau tidak tahan bau hairspray, tidak perlu disemprotkan. Tahap ini opsional saja.

9. Taruh di vas!
Bunga dan daun sudah siap dirangkai! Taruh di vas ataupun botol minuman bekas yang kamu punya. Aku memakai vas yang berbahan kaca karena tanaman kering sangat cocok dengan vas dari bahan kaca dan keramik. Kalian bebas merangkainya seperti apa sesuai selera!

Here's the result! Cakep kan buat properti foto-foto.
see you in another post!
March 26, 2020 3 comments
Pernah gak sih ngalamin pas lagi dandan asik-asik, tiba-tiba gak sengaja jatohin sesuatu? Trus pas dicek, yang jatoh adalah eyeshadow dan eyeshadownya pecah semua :'( Ini pengalaman kedua aku mecahin eyeshadow, dan karena aku sayang banget sama eyeshadow ini, aku gak mau buang. Akhirnya aku cari-cari hacks di pinterest untuk memperbaiki eyeshadow yang pecah, lalu aku coba praktekin. 


Bahan-bahan yang dibutuhkan yaitu:
- Eyeshadow yang pecah (pastinya..)
- Alkohol 70% untuk menyatukan eyeshadow yang pecah
- Pipet untuk meneteskan air ke dalam pan eyeshadow
- Tusuk gigi untuk mengaduk alkohol dengan bubuk eyeshadow
- Sesuatu yang mempunyai permukaan flat (aku menggunakan mizzu eyebase essentials)
- Tissue untuk menyerap alkohol yang tersisa
- Cottonbud untuk membersihkan sisa-sisa eyeshadow.

Cara:
1. Pertama, tuang sedikit alkohol di dalam wadah, wadahnya boleh apa aja. Karena aku malas, aku pakai tutup botolnya sebagai wadah,
2. Ambil cairan alkohol menggunakan pipet.

3. Taruh alkohol ke dalam eyeshadow pan yang sudah pecah. Fyi, ini berantakan karena aku gak sengaja senggol tempatnya, jadi bubuknya kemana-mana :(
4. Ratakan eyeshadow di pan-nya supaya lebih rapih dan rata.

5. Taruh tissue di atas eyeshadow pan agar sisa alkohol yang ada di dalam eyeshadow pan menyerap ke tissue. Tekan tissue menggunakan sesuatu dengan permukaan yang rata, aku menggunakan eyeshadow primer. *harusnya nomor 5 ya di gambar, aku salah edit :p

Tada! Eyeshadow yang pecah balik lagi seperti semula! Yaa, walaupun gak serata dan secantik sebelumnya, tapi setidaknya bisa dipakai kembali.

Nah, sekarang aku mau me-review eyeshadow inez ini. To be honest, this eyeshadow quad is the best local eyeshadow I've ever used. Colour payment-nya itu loh cakep banget, especially for the shimmer shades. Ini swatch-nya:

REVIEW:

PACKAGING: aku suka dengan packaging-nya, warna biru dengan efek glossy. Tapi, packaging-nya ini kurang kokoh, makanya eyeshadow-nya mudah pecah kalau jatuh. Ada kaca di dalam eyeshadownya, sehingga efisien jika dibawa kemana-mana.

TEKSTUR: untuk warna shimmer-nya, yaitu warna gold dan copper, teksturnya benar-benar creamy dan glides on smoothly. Halus banget ketika diaplikasikan. Tapi, untuk warna matte-nya, hmmm, yang coklat tua agak sedikit patchy atau tidak merata, dan warna yang putih agak sedikit crumbled.

WARNA: warna-nya benar-benar cocok digunakan sehari-hari dan cocok untuk kulit orang Indonesia, yaitu dengan tone hangat / warm tone. Warna quad ini juga cocok untuk digunakan ke acara malam karena ada warna shimmer-nya. Menurutku pemilihan warna-nya benar-benar lengkap untuk satu mata, yaitu warna gold dan copper untuk eyelid, warna cream untuk inner corner, dan warna coklat untuk outer corner. Warna copper juga bisa digunakan untuk crease. 
Warna shimmernya benar-benar keluar, namun untuk warna cream nya tidak terlalu nyata dan agak sheer sehingga harus diaplikasikan berkali-kali. Untuk warna coklat tua, agak patchy sehingga juga harus diaplikasikan berkali-kali.

APLIKASI: untuk warna shimmer, suprisingly warnanya keluar banget jika diaplikasikan dengan eyebrush. Biasanya shimmer eyeshadow lokal hanya cantik diaplikasikan dengan jari, tapi untuk Inez, juara! Untuk warna matte juga mudah diaplikasikan.

KETAHANAN: cukup tahan di mata terutama jika menggunakan eye primer. Untuk warna shimmer benar-benar tahan, tapi untuk matte-nya, biasa saja. Kalau dihapus air, hilang.

HARGA: Aku lupa! Tapi kalau tidak salah sekitar 42.000, dan menurutku dengan kualitas yang benar-benar bagus untuk warna shimmer-nya, harga segitu cukup murah!

PROS: warna shimmer-nya benar-benar halus dan pigmented, harga cukup terjangkau, pemilihan warna quad sangat bagus.
CONS: packaging kurang kokoh, warna matte kurang pigmented & agak patchy.

RECOMMENDED: Yes!

Makeup of The Day!
Eyeshadow - Inez Eyeshadow Venice 005
Lipstick - Purbasari Pirus & Chrystal



July 09, 2017 5 comments

So I wanna make this post in full English but I know that there are lots of choker necklace DIY out there, so how about making this post in Indonesian language? I will still use English in the photos but the post will be written in Indonesian. So, let's start this post in Indonesian language! :)

Hai semuanya, berjumpa lagi dengan saya disini, setelah sekian lama gak menyentuh blog karena banyaknya ujian di kampus, akhirnya sekarang libur dan aku gak tau mau ngapain. Entah mengapa tiba-tiba aku melihat barang-barang yang tak terpakai di kotak penyimpanan, lalu berinisiatif untuk membuat DIY project, yaitu aku mau buat kalung Choker (yang lagi ngetren itu) dengan tanpa pengait.

Kenapa aku buat yang tanpa pengait? Well, cukup susah cari besi-besi untuk pengait di daerah dekat rumaku, sehingga akhirnya aku memutuskan untuk membuat kalung yang tanpa pengait. Aku buat pengaitnya justru dengan tali itu sendiri, yang biasanya disebut 'sliding knot'. Nah, daripada banyak basa-basi aku mulai step-stepnya ya :)

Pertama, kamu siapkan bahan-bahannya, yaitu tali untuk kalung, liontin dan rantai, lem, tang dan gunting. Sebenernya ada bahan lain yang lupa aku masukin, yaitu selotip sama tusuk gigi.
Untuk talinya, aku beli di pasar Puri, harganya 2000 per meter. Untuk liontinnya, aku punya itu semua dari lama bekas gelang-gelang yang sudah rusak, lalu aku simpan liontin dan rantainya.

Langkah selanjutnya,
1. Siapkan rantai atau liontin yang kamu pilih
2. Siapkan talinya, lalu gunting seukuran ukuran kepala kamu
3. Tambahkan beberapa cm supaya kamu yakin talinya bisa muat ke kepala kamu (aku punya 72 cm)

Pengalaman aku soal tali, aku sebelumnya udah salah gunting karena aku ukur sesuai ukuran leher aku ternyata gabisa masuk ke kepala >< yah maklum, aku kan pakainya sliding knot, bukan hook atau pengait, hehe.

(anime pic from tumblr.com)
1. Step selanjutnya, masukan ujung tali ke dalam lubang rantai.
2. Tarik talinya, lalu masukan ujung tali ke dalam lubang selanjutnya
3. Tarik talinya, lalu kalau kamu benar, posisinya akan terlihat seperti gambar ketiga
4. Ulangi step ini sampai semua lubang rantai terisi

Nah kalau kamu udah masukin talinya ke setiap lubang rantai, hasilnya akan seperti gambar di atas ini. Pelan-pelan aja masukinnya, kalau buru-buru nanti bisa salah masukin. hehe

Jangan lupa untuk lem bagian ujung dari rantainya ke tali supaya rantainya gak lepas-lepas. Kasih lem nya dikit aja, kalau kebanyakan jadi keliatan jelek.

1. Setelah selesai dengan step tadi, taruh kalung dalam bentuk lingkaran, lalu selotip bagian ujung dari talinya supaya gak gerak-gerak (bagian A dan B)
2. Ambil tali lain yang lebih pendek (kira-kira 28 cm); nama dalam gambar C&D, lalu taruh dibawah tali A dan B.

Ambil bagian kanan tali (D), lalu taruh di atas tali A dan B.

Ambil bagian kiri tali yang tadi (C) lalu taruh di atas D.

Setelah ditaruh di atas D, ambil C lalu masukan ke bawah tali A dan B. Agak membingungkan sih, tapi kalau kamu udah ngerti, gampang kok!

Masukan C ke dalam lubang yang sudah terbentuk barusan. Kalau kamu benar, akan terlihat seperti gambar di atas.

Tarik C dan D, lalu akan terbentuk simpulan seperti gambar di atas.

Ulang step di atas antara 3 sampai 4 kali. Jika sudah, gunting sisa dari simpulan.

Lem bagian tali yang tadi sudah digunting agar simpulannya tidak terlepas.

SELESAI! :)
June 21, 2016 8 comments
Older Posts

About me

About Me


Hi guys! My name is Lisa. I write beauty & fashion related-posts.

Pageviews

Sociolla

Sociolla

Follow Me

Followers

I'M #JBBinsider

I'M #JBBinsider


FOLLOW ME @INSTAGRAM





Created with by ThemeXpose