instagram twitter pinterest tumblr
  • Home
  • Beauty
  • Life Style
    • Fashion
    • DIY
    • Photography
  • About
  • Contact
  • Shop

E L L Y Z A B E T H - Indonesian Fashion & Beauty Blogger

Ingin mencerahkan wajah tapi bingung pakai brightening agent apa? Vitamin C.. atau Niacinamide ya? Whitelab punya jawabannya. Beberapa minggu lalu Whitelab mengeluarkan 3 (tiga) buah serum yang fungsi utamanya mencerahkan, dalam seri #PickYourBrighteningHero. Kalau dari kemasan secara bentuk memang mirip-mirip, tetapi kandungan, tekstur, dan efeknya di wajah jelas beda. Penasaran apa bedanya dan harus pilih yang mana? Aku bahas satu per satu, ya! 

Whitelab C-Dose+ Brightening Serum

Aku taruh dia di urutan pertama karena ini favoritku di antara yang lain. C-Dose+ dari Whitelab ini merupakan salah satu Vitamin C termelembabkan yang pernah aku coba. Secara aroma juga ter-soft dari produk Whitelab yang pernah kucoba. Awal sih agak skeptis surprisingly dia soft! Kemasannya sendiri dari botol kaca pipet berwarna hitam, didesain gelap agar Vitamin C tidak mudah teroksidasi. Pipetnya bikin sedikit effort untuk menarik produknya, tapi kalau uda tau triknya ga masalah. 

Sekarang mari kita bahas kandungannya. C-Dose+ Serum ini punya star ingredients yang keren-keren banget: 
  • 2% Ethyl Ascorbic Acid (Vitamin C): jenis Vitamin C yang lebih stabil, persentasenya yang kecil membuatnya bisa dicoba oleh pemula. Fungsi utamanya sebagai antioksidan dan mencerahkan wajah. 
  • Ferulic Acid: sebagai antioksidan yang berfungsi mencegah kerusakan kulit akibat radikal bebas. 
  • Marine Collagen: kolagen yang berasal dari kulit ikan, fungsinya untuk meningkatkan elastisitas kulit.
  • HyaluComplex-10: perpaduan 10 tipe Hyaluronic Acid yang punya manfaat melembabkan kulit.
Selain yang disebutkan sebelumnya, serum ini juga punya kandungan RayKami. Bernama latin Artemisia Capillaris Flower Extract, fungsinya menenangkan dan mengurangi kemerahan pada kulit. Sepertinya RayKami sedang banyak dipakai di produk-produk Whitelab ya! Produk ini memang mengandung parfum, tapi tenang wanginya super soft kok! 

Seperti biasa aku akan memberikan recap review. Aku akan membahas tekstur, wangi, dan warna, rasanya di kulit, efeknya di kulit, cara pemakaian, serta harga. 

Tekstur, Wangi, dan Warna: berbeda dari  Vitamin C biasa, serum ini punya tekstur gel-milky, sedikit runny. Aku suka dengan teksturnya karena dia licin saat diaplikasikan ke wajah. Wanginya sih yang aku kaget, soft banget! Beda dari produk Whitelab biasanya. 

Rasanya di Kulit: saat pertama diaplikasikan, serum ini lumayan terasa adem di wajah. Dia ringan, gampang diratakan, dan mudah menyerap. Ada rasa lengket hanya di beberapa menit awal sebelum menyerap, setelah menyerap kulit terasa ringan. 

Efeknya di Kulit: Suka pol! Sejauh ini dia jadi serum Vitamin C termelembabkan yang pernah kucoba. Kulit jadi terasa velvety dan halus saat disentuh. Lembabnya dapet, efek glowing dan/atau cerahnya cukup terlihat. Kurasa bakal nyaman untuk semua skin type karena non-sticky di kulit. Dia juga bikin wajah keliatan cerahan, apalagi kalau dipadukan dengan sunscreen di pagi hari. 

Cara Pemakaian: teman-teman boleh pakai serum ini di siang atau malam hari. Kalau pakai pagi hari, jangan lupa pakai sunscreen setelahnya. Aku setelah pakai ini biasa ga lanjut hydrating serum lagi, jadi cukup moisturizer saja. 

Harga: Rp78.750,- bisa dibeli di shopee.

Whitelab Brightening Booster Serum (5% Niacinamide)
Ada 2 (dua) jenis Niacinamide yang dihadirkan oleh Whitelab. Bedanya apa? Hanya di persenan Niacinamide-nya. Yang 1 (satu) 5%, yang 1 (satu) 10%. Ini dibuat karena tidak semua pengguna skincare cocok dengan persentase Niacinamide yang tinggi, jadi dihadirkanlah 2 (dua) pilihan. Kemasan serum ini berbentuk botol dengan pipet, berwarna putih. Informasi produk semua terletak pada kotak kemasan, jadi jangan dibuang ya! 

Sekarang kita masuk ke kandungan. Serum ini punya beberapa kandungan utama: 
  • Niacinamide 5%: kandungan yang sudah dikenal mampu merawat kulit yang berjerawat dan mencerahkan wajah. 
  • Glycerin: kandungan basic di suatu produk skincare yang fungsinya untuk melembabkan. 
  • HyaluComplex-10+: perpaduan 10 tipe Hyaluronic Acid yang punya manfaat melembabkan kulit.
  • Marine Collagen: kolagen yang berasal dari kulit ikan, fungsinya untuk meningkatkan elastisitas kulit.
Produk ini tidak mengandung alkohol, tapi mengandung perfume. Untungnya, wanginya masih bearable dan cukup soft jadi masih cocok dengan hidungku.
 
Tekstur, Wangi, dan Warna: serum ini punya tekstur cair sedikit kental, agak runny, berwarna bening. Aku bisa bilang sih teksturnya mirip Niacinamide serum pada umumnya ya. Wanginya sedikit lebih terasa dari yang Vitamin C tapi masih bearable.

Rasanya di Kulit: saat pertama kali diratakan, aku merasa teksturnya cukup ringan, licin, dan mudah diratakan. Terasa adem di wajah. Di aku pribadi gak ada rasa tingling atau apapun, cukup nyaman. 

Efeknya di Kulit: untuk kulit kering, dia memberikan efek lembab 10-15 menit awal pemakaian. Kalau didiamkan, kulit kembali terasa normal (ga lembab ga kering). Jadi, kalau  ingin lembabnya bertahan boleh dilayer 2 (dua) kali atau ditambah skincare lain, misalkan moisturizer. Efek cerahnya pelan tapi pasti.

Cara Pemakaian: serum ini boleh dipakai di pagi atau malam hari. Aku pribadi biasa pakai 2-3 pipet supaya wajah terasa basah. Ini preferensi masing-masing, ya! 

Harga: Rp68.750,- bisa dibeli di shopee.

Whitelab Intense Brightening Serum (10% Niacinamide)
Varian ini jadi best seller di antara ketiganya. Aku lihat di shopee dia sudah terjual lebih dari 1 juta pcs?! Gila kan. Setelah aku coba, antara yang 5% dan 10% tidak terlalu banyak perbedaan. Jadi di sini aku bakal bahas apa yang membedakan saja, ya! 

Pertama, soal kandungan. Kedua produk ini kalau dilihat ingredients list-nya sama persis, yang membedakan hanya Niacinamide yang 10% ada di urutan kedua, sedangkan yang 5% di urutan ketiga. Ini sesuai pilihan teman-teman saja, lebih nyaman pakai yang mana.

Tekstur, Wangi, dan Warna: secara wangi keduanya sama, cukup terasa buatku yang hidungnya sensitif tapi masih bearable banget. Tekstur juga hampir sama, bening cair sedikit kental — yang membedakan Niacinamide 10% sedikit lebih kental daripada Niacinamide 5%. Kalau sekilas pandang sih ga terlalu ketara perbedannya. 

Rasanya di Kulit: Feels surprisingly cukup beda. Niacinamide 5% terasa adem dan nyaman, sedangkan Niacinamide 10% di aku pribadi agak terasa semriwing (tingling di pipi). Namun, keduanya tetap terasa ringan, mudah diratakan dan mudah menyerap. 

Efek di Kulit: sama seperti yang 5%, serum ini juga  memberikan efek lembab 10-15 menit di awal pemakaian. Kalau didiamkan, kulit kembali terasa normal (ga lembab ga kering). Kalau  ingin lembabnya bertahan, boleh dilayer 2 (dua) kali atau ditambah skincare lain, misalkan moisturizer. 

Harga: Rp 78.750,- bisa dibeli di shopee.

Sudah bisa menentukan ingin coba yang mana? Share yaa! 
December 05, 2021 4 comments
Seneng banget akhirnya di akhir tahun aku bisa menemukan chemical sunscreen dengan tekstur yang super enak, bahkan aku bisa bilang so far ini yang terenak dari yang pernah kucoba. Yes, ini dari Whitelab namanya UV Shield Tank Sunscreen Gel SPF 50 PA++++. Kemasannya sendiri seperti sunscreen pada umumnya, berbentuk tube dengan tutup ulir berwarna putih berukuran 30gr. Informasi produk terletak di kotak kemasan, kalau ingin tau tentang ingredients make sure jangan dibuang ya! 

Sekarang mari kita bahas ingredients-nya. Sunscreen ini punya UV Filter yang bersifat chemical, antara lain Butyl Methoxydibenzoylmethane (Avobenzone), Ethylhexyl Methoxycinnamate (Octinoxate), Sulfonic Acid, dan Octocrylene. Selain kandungan tersebut, sunscreen ini juga punya kandungan skincare, jadi ada efek melembabkannya juga seperti moisturizer. Kandungannya:
  • Niacinamide 2%: kandungan yang sudah dikenal mampu mencerahkan wajah dan menenangkan kulit yang berjerawat. Persentasenya kecil jadi cocok untuk pemula. 
  • Hyaluronic Acid: mampu menahan hidrasi di wajah sehingga wajah terasa lembab. 
  • Artemisia Vulgaris (Mugwort) Extract: kandungan ini sangat terkenal mampu menenangkan kulit yang iritasi.
  • Artemisia Capillaris (Raykami) Extract: tanaman dari Jepang yang mampu mengurangi kemerahan pada kulit.
Jadi, sunscreen ini ga hanya melindungi kulit dari paparan sinar UV tapi juga ada melembabkan dan mencerahkan kulit. 

Mari kita masuk ke recap review. Aku akan membahas tekstur, wangi, dan warna, rasanya di kulit, efeknya di kulit, cara pemakaian, dan harga. 

Tekstur, Wangi, dan Warna: hal yang paling unggul dari sunscreen ini adalah teksturnya. Dia punya tekstur creamy-watery-gel kaya moisturizer yang water based, makanya ringan pol trus ga whitecast. Saat diratakan ke kulit warnanya juga cenderung bening. Oh ya dia no perfume! Sebuah hal yang aku acungi jempol dari Whitelab secara biasanya produk Whitelab tuh ada parfum di ingredients list. Ada aroma typical sunscreen sih tapi sedikit banget hampir ga kerasa.

Rasanya di Kulit: saat pertama kali dipakai, aku merasakan sensasi adem. Teksturnya ini bikin si sunscreen mudah diratakan dan glides on smoothly, gak seret jadi gak bikin pipiku yang sensitif perih. Beberapa detik awal pakai ada tone up, tapi setelahnya menyatu dengan sempurna di kulit. Di aku sendiri finish-nya natural semi dewy, ada sheen yang masih oke banget di kulit. Ada sedikit feels sticky kalau disentuh tapi ga tacky dan ga nempel-nempel rambut. 

Efek di Kulit: selain untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV, sunscreen ini juga cukup terasa melembabkannya. Cocok buat temen-temen yang males pakai skincare banyak-banyak yang terlalu berlayer. Bisa banget pakai face wash, toner, lalu sunscreen sebagai moisturizer!

Cara Pemakaian: dia ini tipe chemical sunscreen, jadi diamkan dulu 10-15 menit, baru boleh terpapar sinar matahari. Hal ini supaya sunscreen dapat bekerja dengan baik. Meski SPF 50 PA++++, jangan lupa re-apply tiap beberapa jam sekali, terutama kalau berkeringat. Sunscreen ini ga terasa perih di mata, lunturnya juga bukan yang putih-putih gitu jadi masih oke dibawa outdoor. 

Harga: Rp75.000,- bisa dibeli di shopee. 

Thank You for Reading!
December 03, 2021 5 comments
Yay setelah sekian lama menunggu, akhirnya adik dari the super famous Mugwort Clay Mask lahir jugaa! Perkenalkan, Whitelab Heartleaf Skin Purifying Gel Mask. Aku jadi salah satu dari sekian banyak netijen yang excited pas produk ini keluar karena kulitku yang kering ini tentu akan lebih welcome ke gel mask ketimbang clay mask, terutama soal kenyamanan. Clay mask, mau selembut apa kalau di kulit kering pasti sedikit banyak ada feels kencangnya karena memang fungsi clay untuk mengangkat minyak. Gel mask, biasanya fungsinya lebih menenangkan dan melembutkan kulit. Feels-nya gimana di kulitku? Oke aku bahas ya.

Gel mask ini punya kemasan jar pipih dengan lid plastik di dalamnya. Yang kusuka, dia ada tempat taruh spatula di lid plastik jadi spatula ga akan mudah tercecer. Jujur aku orangnya clumsy kadang suka ilang spatulanya huhu.. Memang sih lid-nya ini plusnya itu, tapi minusnya kadang jeblos ke dalem gitu karena tipis jadi mesti agak hati-hati. Karena dia tidak dapat bersama kotak, informasi produk tertera di balik kemasan ya! 

Sekarang kita masuk ke ingredients-nya. Dia punya beberapa kandungan utama: 
  • Houttuynia Cordata (Heartleaf) Extract: kandungan yang sedang ramai dipakai di skincare korea. Fungsinya adalah untuk menenangkan kulit yang iritasi. Mungkin teman-teman sering lihat tamanannya, coba cek deh di google! 
  • Niacinamide 3%: kandungan yang sudah banyak dikenal mampu mencerahkan kulit yang kusam dan merawat kulit yang berjerawat. 
  • Artemisia Vulgaris (Mugwort) Extract: kandungan ini sangat terkenal mampu menenangkan kulit yang iritasi. 
  • HyaluComplex-10: ini kandungan yang lagi diangkat sama Whitelab di setiap produknya, yaitu ada 10 tipe Hyaluronic Acid di dalam 1 (satu) produk. Wow! 
Satu hal yang mungkin aku sayangkan adalah wanginya. Produk ini punya wangi yang cukup kencang buatku, sama dengan pendahulunya. Kalau teman-teman ga masalah dengan wewangian sih, wanginya terasa enak kok! Untungnya dia cepat pudar wanginya, gak lingering gitu. 

Mari kita masuk ke recap review. Aku akan membahas tekstur, wangi, dan warna, rasanya di kulit, efeknya di kulit, cara pemakaian, dan harga. 

Tekstur, Wangi, dan Warna: masker ini punya tekstur gel berwarna hijau kecoklatan, ditaburi serpihan daun-daun kecil. Aku suka dengan teksturnya karena saat ditaruh ke kulit. kulit langsung terasa adem. Untuk wanginya sendiri dia punya wangi khas produk-produk Whitelab dari kandungan fragrance. 

Rasanya di Kulit: saat pertama kali diaplikasikan, kulit terasa dingin dan tenang. Diratakannya juga gampang, kalau aku biasa pakai spatula yang besar. Di aku pribadi, setelah beberapa menit pemakaian ada sensasi hangat (kadang tingling), tapi hanya beberapa menit saja setelah itu normal kembali. Aku biasa pakai 10-15 menit. 

Efeknya di Kulit: salah satu kelebihan gel mask adalah mudah dibersihkan. Kalau clay mask, memang ada tendensi menempel di kulit makanya lebih susah untuk dibilas. Gel mask dari Whitelab ini sekali usap langsung terangkat. Aku merasa kulit plump dan fresh setelah pemakaian. Cocok dipakai kalau lagi santai-santai pingin pampering. Setelahnya aku tetap pakai skincare supaya kulit tetap terasa lembab. 

Cara Pemakaian: aku biasa pakai gel mask kalau wajah sedang terasa kusam. Biasa aku cuci muka dulu, lalu pakai gel mask. Setelah dibilas lanjutkan dengan rangkaian skincare lain. 

Harga: Rp78.750,- bisa dibeli di shopee. 

Thank You for Reading!

December 02, 2021 10 comments
Awal terjun dan kenal dunia skincare, aku kira semua toner sama jenisnya. Ternyata setelah aku pelajari dan mencoba berbagai merk toner, aku baru tau bahwa beda kandungan, beda fungsi, beda jenis juga. Dari yang aku pelajari, ada 3 (tiga) jenis toner yang ada di pasaran, yaitu exfoliating toner, treatment toner, dan hydrating toner. 
  • Exfoliating toner, fungsi utamanya untuk mengangkat sel kulit mati.
  • Treatment toner, membantu menyelesaikan masalah kulit tertentu, makanya lebih terfokus. Sebagai contoh: acne toners, anti aging toners, brightening toners.
  • Hydrating toner, berfungsi melembabkan dan menyegarkan kulit.
Selain itu, ada 1 (satu) jenis toner lagi yang merupakan perpaduan exfoliate dan hydrate, yaitu balancing toner. Fungsi balancing toner sendiri adalah menyeimbangkan pH kulit. Ada sumber yang menganggap ini masuk dalam bagian treatment toner, ada juga yang menganggap dia toner jenis tersendiri. Pembagian ini sah-sah saja sih, yang penting fungsi dan kandungannya kan?

Whitelab menjadi salah satu brand yang berani mengeluarkan berbagai jenis toner. Di awal, mereka mengeluarkan brightening toner dan hydrating face essence. Baru-baru ini, mereka mengeluarkan 3 (tiga) toner yang punya fungsi berbeda, exfoliating toner, acne toner, dan soothing toner. Aku mau membahas ketiga toner ini, menjelaskan fungsinya masing-masing dan efeknya di aku. Mari disimak!
 
- Whitelab Exfoliating Toner -
Aku sebenernya bukan termasuk golongan yang bucin exfoliating toner karena area pipiku sensitif. Namun memang, kadang toner jenis ini diperlukan, terutama kalau keadaan kulit sedang tidak baik-baik saja, misalkan dahi bruntusan. Nah aku sudah mencoba toner Whitelab ini sekitar 2 (dua) mingguan, dengan pemakaian seminggu 2-3 kali saja dan so far aku suka dengan efeknya. Kalau teman-teman lihat di kemasan, ada tulisan medium exfoliate — artinya toner ini punya kandungan eksfoliasi dengan konsentrasi menengah. Makanya, aku hanya pakai di area T-Zone saja.

Kemasannya sendiri cukup simpel dan minimalis, terbuat dari botol plastik berukuran 60ml. Aku sendiri sebetulnya suka sama desainnya, tetapi apabila teman-teman membeli varian exfo bersamaan dengan soothing, sebaiknya fokus saat pemakaian karena keduanya punya desain yang sama percis. Salah-salah, keduanya bisa tertukar. Informasi pada produk lengkap tertera di botolnya karena dia datang tanpa kotak, jadi hanya botol saja. Mungkin untuk menekan biaya produksi ya.

Mari kita bahas key ingredients-nya. Whitelab Exfoliating Toner ini mengandung:
  • AHA 6% (Glycolic Acid 5% + Lactic Acid 1%): membantu mengangkat sel kulit mati pada permukaan kulit sehingga dapat mencerahkan kulit. 
  • Niacinamide 2%: mencerahkan, membantu mengontrol produksi minyak, mengurangi kemerahan dan iritasi akibat jerawat.
  • BHA 1% (Salicylic Acid):  melakukan eksfoliasi kulit ke dalam, sehingga dapat membersihkan pori-pori serta mengangkat minyak berlebih.
  • PHA 0,10% (Lactobionic Acid): kandungan yang bersifat humektan (menarik air dari sekitar permukaan kulit), fungsinya sebagai antioksidan dan membantu menenangkan kulit serta meningkatkan hidrasi pada kulit.
Selain dari kandungan tersebut, toner ini juga mengandung Licorice (Glycyrrhiza Glabra) Extract yang baik untuk antioksidan dan Allantoin yang berfungsi untuk menenangkan kulit. Produk ini mengandung ethyl alcohol dan parfum, jadi bagi teman-teman yang mungkin sensitif dengan 2 (dua) kandungan ini boleh jadi pertimbangan ya. Oh ya, produk ini tergolong sebagai mild exfoliator karena konsentrasi kandungannya! Dari sumber yang aku baca, untuk AHA, 2-5% termasuk rendah, 5-10% termasuk sedang, di atasnya termasuk tinggi. Untuk BHA, presentase yang umum adalah 0.5-2%. 

Seperti biasa, aku akan memberikan recap review untuk memudahkan teman-teman ya. Aku akan bahas mulai dari tekstur, wangi dan warna, rasanya di kulit, efeknya di kulit, cara pemakaian, dan harga. 

Tekstur, Wangi, dan Warna: serum ini punya tekstur yang sama dengan exfoliating toner pada umumnya, cair dan runny. Aku gak tau apakah hanya tonerku saja, tetapi aku bisa lihat ada semacam serat-serat putih di dalam toner-nya. Yang punya juga dan baca ini, infokan ke aku dong apakah memang seperti itu atau bagaimana? Untuk wanginya sendiri seperti wangi-wangi dedaunan yang segar, unttukku pribadi termasuk yang cukup kuat tapi masih bearable di hidung. Warna cairannya bening. 

Rasanya di Kulit: pemakaian pertama dan kedua, tingling-nya cukup terasa di area dahi sekitar 10-20 detik. Di pemakaian tidak terasa apa-apa, sepertinya karena kulit sudah mulai menerima dan terbiasa dengan efek eksfoliasinya. Sebagai orang yang baru mencoba medium exfoliator, menurutku ini cukup nyaman saat digunakan. Cekitnya kaya bentaran aja sih bukan yang kaya sakit gimana, jadi masih bearable. 

Efeknya di Kulit: awal-awal karena dahiku ga kenapa-napa, aku ga terlalu merasakan ada efek yang berarti. Nah suatu ketika di masa pemakaian dahiku bruntusan, akhirnya aku coba taruh. Ternyata, exfoliating toner sengaruh itu yaa! Bruntusannya hilang, lho. Gatau juga sih, apakah hanya karena produk ini semata atau ada bantuan dari skincare lain juga. Namun aku suka sama hasilnya. Istilahnya, ini bisa jadi penyelamat kulit kalau sedang bruntusan. 

Cara Pemakaian: mengingat toner ini tergolong medium exfoliator, aku sampai saat ini hanya pakai di T-Zone saja (dahi, hidung, sedikit pelipis). Ini tergantung kulit masing-masing ya, kalau aku pakai seperti ini karena area pipiku sensitif. Nah untuk awal-awal boleh pakai seminggu 2-3x saja untuk penyesuaian. Apabila kulit dirasa sudah kuat, boleh dipakai setiap hari. Intinya, jangan sampai over exfoliation dan selalu lanjutnya dengan hydrating agent, ya (bisa toner, bisa moisturizer).

Harga: Rp 59.850,- bisa dibeli di sini.

Nah ini aku tunjukan before-after nya. Beberapa hari lalu area dahiku sempat bruntusan, lalu aku pakaikan Whitelab Exfoliating Toner. Lumayan, setelah 2 (dua) kali pemakaian bruntusannya hilang. Aku kaget juga sih, ternyata efeknya betulan terlihat, ya.

- Whitelab Acne Toner -
Acne toner ini sebetulnya lebih ditujukan untuk oily-acne prone skin dan masuk ke dalam kategori treatment toner. Fungsinya untuk mengurangi minyak berlebih serta membantu iritasi dan kemerahan akibat jerawat. Mengingat kulitku kering, sebenarnya aku ga perlu-perlu amat pakai toner ini. Namun, aku akhirnya jadi mencoba serum ini karena pas saat itu kulitku sedang jerawatan dan ingin tau performanya bagaimana. 

Kalau teman-teman lihat, kemasannya ini punya desain yang sama dengan toner yang lain, hanya saja ukurannya jauh lebih tinggi dan isinya lebih banyak, yaitu 100ml. Informasi pada produk cukup lengkap, mulai dari key ingredients, fungsi, ukuran, cara penggunaan, nomor BPOM, produsen, tanggal kadaluwarsa, semua tertera di produk mengingat dia tidak datang dengan kotak.

Toner ini mengandalkan 2 (dua) kandungan utama: 
  • Tea Tree (Melaleuca Alternifolia): fungsinya mengontrol minyak berlebih di wajah, mengobati jerawat, serta menghaluskan kulit.
  • Haxamidine Diisethionate: berfungsi sebagai anti microbial sehingga mampu menghentikan pertumbuhan bakteri yang menimbulkan jerawat serta dapat mengurangi kemerahan dan iritasi akibat jerawat.
Selain kandungan di atas, Whitelab Acne Toner juga mempunyai kandungan lain seperti Niacinamide, Salicylic Acid,  Fomes Officinalis (Mushroom) Extract, dan Allantoin yang berguna baik untuk kulit dan membantu 2 (dua) kandungan utama melakukan kinerjanya. Perlu diketahui, toner ini seperti exfoliating toner-nya mengandung parfum dan alkohol. Bagi teman-teman yang sensitif dengan 2 (dua) kandungan ini bisa menjadi pertimbangan ya. 

Tekstur, Wangi, dan Warna: toner ini seperti kedua toner lain mempunyai tekstur cair dan runny seperti air persis. Ada wangi-wangi dedaunan segar yang sedikit berbeda dari exfoliating dan soothing tonernya. Meski wanginya cukup kencang, masih bearable di hidungku karena bukan seperti wangi parfum. Warna cairannya bening.

Rasanya di Kulit: aku hanya menaruh toner ini di area yang berjerawat saja karena wajahku tipenya kering. Rasanya cukup perih di area jerawat yang luka atau baru saja dipencet, tapi untuk jerawat yang baru tumbuh tidak ada rasanya. Meski perih, tetap bisa ditahan karena hanya 5-10 detik saja rasanya. 

Efeknya di Kulit: aku merasa dengan menaruh toner ini di jerawat yang sedang basah atau luka, jerawat tersebut menjadi lebih cepat kering. Namun, ini juga dibantu oleh produk skincare lain, ya. 

Cara Pemakaian: teman-teman yang kulitnya oily acne prone boleh pakai ini sewajah sebagai pencegah timbulnya jerawat. Aku pribadi seperti yang telah disebutkan di atas hanya menggunakan di area yang berjerawat saja untuk membuat jerawat cepat kering.

Harga: Rp 59.850,- bisa dibeli di sini.

Entah kenapa semesta itu selalu mengatur semuanya ya ahahaha. Pas aku lagi berjerawat, pas aku nyobain acne toner dari Whitelab ini. Lumayan dia bikin jerawat kering, foto di kanan itu kondisi wajahku sekarang, ya. Tentunya ini dibantu skincare lain juga!

- Whitelab Soothing Toner -
Dari 3 (tiga) toner yang ada, toner ini yang paling sesuai dengan skin concern-ku. Soothing toner ini bisa dikategorikan sebagai treatment toner karena punya kandungan Mugwort dan Cica yang berfungsi untuk menenangkan kulit yang iritasi, tetapi juga bisa dikategorikan sebagai hydrating toner karena mengandung Sodium Hyaluronate. Perlu aku remind, kemasannya ini percis sama dengan exfoliating toner-nya, jadi teman-teman harus fokus saat mengambil botolnya. Informasi pada kemasan sudah sangat lengkap mengingat dia hadir tanpa kotak kemasan.

Mari kita bahas kandungannya. Sebagai sebuah soothing toner, ia mengandung 2 (dua) key ingredients yang terkenal ampuh untuk menenangkan wajah, yaitu:
  • Mugwort (Artemisia Capillaris) Extract: tanaman herbal sejenis teh yang biasa digunakan untuk bahan pengobatan tradisional. Bahan mugwort saat ini banyak digunakan sebagai kandungan skincare karena manfaatnya, seperti mempunyai sifat anti-inflamasi, menenangkan kulit yang iritasi atau meradang, melembabkan, dan juga antioksidan. Ia juga berfungsi sebagai menyeimbangkan tingkat pH kulit.
  • Cica (Centella Asiatica) Extract, di Indonesia dinamakan pegagan. Kandungan ini banyak digunakan karena mampu menenangkan kulit yang meradang atau kemerahan. Ia juga membantu melembabkan kulit.
Selain 2 (dua) kandungan tersebut, toner ini juga mengandung Niacinamide, Allantoin, dan juga Sodium Hyaluronate yang punya banyak fungsi bagi kulit seperti mencerahkan, antioksidan, dan juga melembabkan. Berbeda dari 2 (dua) toner sebelumnya, produk ini no alcohol (yaaaayy!) lho. Sayangnya memang masih ada kandungan parfum, sepertinya khas produk-produk Whitelab ada parfumnya ya.

Tekstur, Wangi, dan Warna: produk ini termasuk lightweight toner karena mempunyai tekstur cair dan runny. Aku pribadi sebetulnya lebih senang dengan toner-toner yang bertekstur kental karena lebih mudah diaplikasikan, tetapi aku juga tetap welcome kok dengan tekstur cair. Toner ini punya wangi khas dedaunan yang cukup kencang, tetapi masih oke dan gak mengganggu hidungku. Untuk warnanya sendiri bisa dilihat di gambar bening dan tidak berwarna. 

Rasanya di Kulit: toner ini punya feels yang dingin semriwing menuju minty. Rasa seperti ini mungkin bukan favorit semua orang karena ada beberapa kulit yang bakal merasa ini malah panas, tetapi untungnya di aku pribadi malah terasa segar. Selain itu, rasa minty-nya justru bisa menenangkan kulit yang sedang iritasi. Aku jelaskan di bawah soal efeknya, ya.

Efeknya di Kulit: oke, sekitar beberapa minggu lalu tiba-tiba aja pipiku iritasi. Rasanya gatal, juga ada bentol-bentol kemerahan. Kebetulan karena aku sedang mencoba toner ini, akhirnya aku taruh cairan di kapas, lalu aku tempelkan ke area pipi selama 15 menit (atau dikenal dengan metode CSM). Surprisingly, rasa gatalnya hilang, loh! Aku rasa karena efek semriwing minty-nya itu menggantikan rasa gatal di kulit. Bentol dan kemerahannya sih masih tetap ada, perlu produk skincare lain untuk menghilangkannya. Namun, aku cukup senang karena dia bisa menenangkan rasa gatal tersebut. 

Untuk efek melembabkannya, di kulitku yang kering tidak terlalu berasa. Mungkin karena teksturnya yang lightweight dan seperti air, efeknya di aku hanya menyegarkan saja. Agar kelembaban kulit terasa, aku harus menggunakan metode CSM atau melanjutkan skincare-ku ke tahap selanjutnya. 

Cara Pemakaian: teman-teman bisa langsung menggunakan toner ini dengan menaruh cairan ke tangan lalu usap ke wajah, atau menggunakan kapas. Aku sendiri lebih senang cara kedua, karena lebih rapi (kalau di tangan lalu usap, airnya kemana-mana). Aku juga suka pakai cara CSM untuk area yang gatal. Toner ini aman digunakan setiap hari di slot hydrating toner.

Harga: Rp 59.850,- beli di sini.

Teman-teman penasaran dengan toner yang mana, nih? Boleh share di komen ya.
Thank You for Reading
tags: review Whitelab Exfoliating Toner, review Whitelab Acne Toner, review Whitelab Soothing Toner, Whitelab Exfoliating Toner review, Whitelab Acne Toner review, Whitelab Soothing Toner Review, Whitelab Exfoliating Toner Ingredients, Whitelab Exfoliating Toner Skincarisma, Whitelab Soothing Toner ingredients, whitelab toner review, whitelab toner ingredients
August 19, 2021 28 comments
Apakah aku termasuk kaum-kaum yang terlambat mencoba Whitelab? Kemungkinan besar sih iya! Produk ini tuh sempat viral di awal kemunculannya karena dianggap sebagai dupe atau versi affordable dari mugwort mask asal Korea, tapi aku baru berkesempatan mencoba sekarang. Mugwort Pore Clarifying Mask mengandung Mugwort, Niacinamide, Green Tea Leaf, dan Centella Asiatica yang berfungsi menenangkan kulit, membersihkan pori-pori, dan mencerahkan kulit. Aku akan jelaskan lebih lanjut soal kandungannya di bagian ingredients ya!

Meski sepertinya sudah banyak yang kenal dengan brand Whitelab, aku ingin memperkenalkan terlebih dahulu. Whitelab sendiri sebenarnya baru 1 (satu) tahunan hadir di pasar skincare lokal, tepatnya di bulan Maret 2020. Walaupun baru, di awal kemunculannya mereka sudah menarik banyak perhatian masyarakat sampai akhirnya sebesar sekarang. Desain produk yang minimalis, harga yang affordable, dan ingredients yang sedang hits membuat produknya laris di pasaran. Aku sendiri selain mencoba maskernya, juga sedang mencoba toner mereka.

Pertama mari kita bahas soal kemasannya. Kemasan masker Whitelab ini tipikal kemasan masker pada umumnya yang berbentuk jar bulat. Yang menarik, saat tutup masker di buka terdapat lid bening bertuliskan Whitelab dan ada tempat spatulanya! Menurutku ini inovatif banget sih, secara spatula pada masker tuh memang yang paling sering hilang (entah kita taruh di mana setelah dicuci). Dengan adanya tempat khusus, jadi bisa ditaruh deh. Dia sendiri hadir tanpa kemasan kotak, jadi semua informasi produk terdapat di bagian belakang masker.

Mugwort Pore Clarifying Mask ini termasuk ke dalam kategori clay mask, karena mengandung tanah liat. Bisa dilihat di ingredients list-nya, dia mengandung Kaolin dan Bentonite sekaligus. Kaolin sendiri kekuatan membersihkannya lebih lembut dan lebih cocok untuk kulit sensitif, sedangkan Bentonite lebih kuat dalam membersihkan atau mengeksfoliasi wajah dan cocok untuk wajah yang berjerawat. Mengingat masker ini mengandung keduanya, dia cukup kuat untuk mengeksfoliasi wajah, makanya aku penasaran juga bagaimana efeknya di kulit kering sepertiku.

Nah untuk key ingredients-nya sendiri, dia mempunyai 4 (empat) kandungan:
  1. Mugwort, merupakan tanaman herbal sejenis teh yang biasa digunakan untuk bahan pengobatan tradisional. Sekarang ini, bahan mugwort banyak digunakan sebagai kandungan skincare karena manfaatnya, seperti mempunyai sifat anti-inflamasi, menenangkan kulit yang iritasi atau meradang, melembabkan, dan juga antioksidan. 
  2. Niacinamide atau Vitamin B3, kandungan yang punya banyak manfaat seperti mencerahkan kulit, mengurangi jerawat, menghaluskan kulit, dan banyak manfaat lain.
  3. Green Tea Leaf atau daun teh hijau, daun ini ada pada masker berbentuk serbuk-serbuk kecil, fungsinya sebagai gentle exfoliator pada wajah.
  4. Centella Asiatica atau Cica atau di Indonesia dinamakan pegagan. Kandungan ini banyak digunakan karena mampu menenangkan kulit yang meradang atau kemerahan.
Selain kandungan di atas, masker ini juga mempunyai kandungan Salicylic Acid (BHA) yang mampu mengeksfoliasi wajah, Allantoin yang menenangkan wajah, Sodium Hyaluronate yang melembabkan, dan kandungan lain yang bisa teman-teman baca di ingredients list. Oh ya, produk ini mengandung parfum ya jadi untuk teman-teman yang menghindari parfum pada skincare, boleh dijadikan pertimbangan.

Seperti biasa, aku akan memberikan recap review terkait masker ini! Aku akan membahas tekstur, wangi, dan warna,  rasanya di kulit, efeknya, cara pemakaian, dan harga. Cus!

Tekstur: ini salah satu clay mask dengan tekstur terunik yang pernah aku coba. Kalau biasanya berbentuk seperti krim, atau seperti eskrim gelato punya Whitelab ini membal menggumpal seperti adonan. Awal-awal memang agak sulit untukku meratakannya di wajah (kaya copot-copot) tapi lama-lama aku terbiasa. 

Wangi dan warna: satu hal yang aku kurang srek dengan produk-produk Whitelab adalah wanginya. Parfumnya cukup kuat, seperti bau pewangi ruangan jadi bukan seleraku aja. Kalau teman-teman gak masalah dengan wewangian atau dengan kandungan parfum, bukan masalah besar kok. Untuk warnanya sendiri sesuai kandungan utamanya ä¸€ berwarna hijau. 

Rasanya di Kulit: pertama kali diaplikasikan, rasanya dingin pol! Enak banget saat ditaruh di kulit, langsung ada sensasi nyes gitu. Dinginnya bertahan cukup lama, sekitar 5 (lima) menitan di kulit. Yang aku suka juga, masker ini tuh gak retak dan mudah dihapus, jadi gak akan bikin pipi tergosok (pipiku sensitif dengan gosokan). Maskeran gini buatku untuk mengisi pampering time, atau atau seringkali juga aku pakai di pagi hari untuk mengangkat minyak di wajah sisa skincare semalam. Saat pemakaian ada sedikit efek kencang di bagian masker yang tipis, jadi aku selalu pakai tebal saja.

Efeknya di Kulit: paling utama sih wajah terasa bersih banget. Efek pore clarifying-nya cukup terasa di hidung, yang biasanya nampak komedo hitam setelah pakai sedikit tersamarkan. Menurutku tetap perlu pemakaian rutin untuk hasil yang lebih terlihat. Selain itu, aku juga merasa ada efek mencerahkan yang instan, wajah jadi lebih cerah dari sebelumnya. Di kulitku yang kering, masker ini gak bikin kulit wajah kasar, tapi memang ada sensasi kering setelahnya jadi harus dilanjut dengan pelembab. Aku biasa pakai gel moisturizer sebagai penyeimbang.

Cara Pemakaian: pakai masker 10-15 menit saja, lalu bilas perlahan. Aku pribadi suka pakai sebelum cuci muka (entah di pagi atau malam hari), baru sekalian dibersihkan dengan sabun wajah. Pakai 2-3 kali aja seminggu, supaya tidak terjadi eksfoliasi yang berlebihan. 

Harga: Rp 75.000,- bisa dibeli di shopee.

Ini aku sempat foto before dan after pemakaian setelah 15 menit. Bisa teman-teman lihat, masker ini tuh bukan yang tipe crack jadi masih enak rasanya di kulit. Kalau kita aplikasikan tebal, dia teksturnya tetap sama, tetapi kalau diaplikasikan tipis, dia akan mengeras. Makanya, aku suka pakai tebal-tebal supaya area pipi tidak terasa terlalu kencang. 

Teman-teman, sudah coba masker Mugwort Whitelab? Share ya!

Thank You for Reading!
tags: whitelab mugwort mask, review masker whitelab, review whitelab mugwort pore clarifying mask, review whitelab mugwort mask, whitelab mugwort mask review, whitelab mugwort pore clarifying mask ingredients, whitelab mugwort pore clarifying mask skincarisma, whitelab mugwort pore clarifying mask female daily, whitelab mugwort pore clarifying mask harga, mugwort whitelab review, whitelab mugwort mask ingredients, cara pakai whitelab mugwort
August 15, 2021 30 comments
Older Posts

About me

About Me


Hi guys! My name is Lisa. I write beauty & fashion related-posts.

Pageviews

Sociolla

Sociolla

Follow Me

Followers

I'M #JBBinsider

I'M #JBBinsider


FOLLOW ME @INSTAGRAM





Created with by ThemeXpose