instagram twitter pinterest tumblr
  • Home
  • Beauty
  • Life Style
    • Fashion
    • DIY
    • Photography
  • About
  • Contact
  • Shop

E L L Y Z A B E T H - Indonesian Fashion & Beauty Blogger

Gapernah sejatuh cinta ini sama rangkaian masker yang dikeluarkan oleh suatu brand. Tiga-tiganya aku suka semua! Yes, ini adalah Complete Series of Numa Skin Mask. Buat yang belum tau atau kenal. Numa Skin adalah satu brand lokal yang baru launching di bulan November lalu. Mengusung konsep Jepang, di peluncurannya mereka mengeluarkan 3 (tiga) jenis masker: clay mask, gel mask, sleeping mask. Harus pilih yang mana? Aku bahas satu per satu, ya.

Pertama-tama karena kemasannya sama, aku mau bahas packaging dulu. Masker dari Numa ini punya kemasan seperti masker pada umumnya, berbentuk jar dengan tutup lid di dalamnya. Aku suka dengan kemasannya yang terbuat dari plastik, cocok buatku yang suka clumsy jadi kalau jatuh meminimalisir potensi pecah. Dia juga dilengkapi spatula supaya memudahkan saat apply.

Clarifying Honey & Camellia Clay Mask 
Satu produk skincare yang cukup tricky untuk dipakai dry skin adalah clay mask.  Aku, sebagai pemilik kulit kering lebih suka clay mask yang finish-nya basah ketimbang crack setelah dipakai 5-10 menit. Ini tergantung selera sih sebenernya, kalau teman-teman oily skin kurasa akan lebih suka tipe crack karena kerasa nyerap minyaknya. 

Clay mask dari Numa Skin ini tipe aku banget. Dia finish-nya ga crack, kadi masih basah di kulit. Kandungannya sendiri ada:
  • Kaolin: menyerap kelebihan minyak & eksfoliasi
  • Camellia Japonica Seed Oil: berfungsi sebagai antioksidan, antipolutan, dan mampu melembabkan kulit
  • Manuka Honey: bagus untuk antioksidan
  • Niacinamide: mencerahkan kulit & menenangkan kulit yang berjerawat.
Dipikir-pikir, aku tau 1 (satu) alasan kenapa Numa Skin bisa gak nge-crack dan gentle untuk kulit kering. Mereka hanya pakai Kaolin sebagai clay-nya. Beberapa brand terasa crack karena menggunakan Kaolin sekaligus Bentonite di satu masker. 

Tekstur, Wangi, dan Warna: suka banget sama tekstur yang creamy tapi terpecah (gak kaya gelato) jadi mudah diratakan. Di kulitpun saat diratakan dia membentuk lapisan yang tipis gitu jadi mudah dibersihkan. Sejauh aku pakai ini aku merasa dia ga ada wanginya jadi nyaman banget. Biar warnanya pink tapi ga ada residu warna yang nempel ke kulit. 

Feels di Kulit: saat pertama kali dipalikasikan ke kulit, dia terasa adem. Setelah 5-10 menit pemakaian, teksturnya sedikit mengencang tapi tetap basah dan gak nge-crack, makanya ga bikin kulit ketarik. Rasa kencengnya minim pol deh jadi emang dry skin friendly! Aku merasa after-nya setelah dibilas kulit jadi bersih dan tenang. Ini salah satu clay mask ternyaman yang aku punya.

Cara Pemakaian: aku sendiri bisa pakai masker ini di seluruh wajah karena super nyaman. Pakai 5-10 menit saja, lalu bilas. Kalau mau dipakai berbarengan dengan masker lain juga boleh banget!

Harga: Rp145.000,- bisa dibeli di shopee.

Nourishing Flower Fusion Infused Mask
Kalau temen-temen cari gel mask yang nenangin kulit dan punya fungsi hydrating, boleh coba gel mask ini. Produk Numa Skin yang ini dinamai Infused Mask karena di dalamnya terdapat petals atau kelopak bunga. Aku suka karena dia adem banget di kulit!

Kandungan utama produk ini didominasi bunga-bungaan. Ada:
  • Cherry Blossom Flower Extract dan Forsythia (WhiteGen) Extract untuk mencerahkan kulit.
  • Rose Extract untuk menenangkan kulit yang berjerawat.
  • Sodium Hyaluronate untuk melembabkan kulit.
Tekstur, Wangi, dan Warna: teksturnya sendiri seperti jelly atau sup sarang burung gitu. Dia kuning muda dan ada petals kecil-kecilnya. Untungnya si petals-nya ini tipis sih jadi gak mengganggu di wajah, modelan serbuk teh krisan gitu. Aromanya relaxing banget bikin pengen rebahan! 

Feels di Kulit: yang kusuka dari masker ini adalah saat diaplikasikan dia rasanya dingin pol! Bener-bener soothing, deh. Saat pemakaian pun ga ada rasa cekit, beberapa kalo aku kurang cocok pakai gel mask karena suka jadi cekit-cekit tapi syukurlah dari Numa Skin ini cocok. Setelah dibilas, aku merasa dia lembabin dan bikin wajah plump. 

Cara Pemakaian: masker ini bisa digunakan di seluruh wajah kalau ingin rasa soothing. Pakai 10-15 menit, lalu bilas. Kalau mau dipakai berbarengan dengan masker lain juga boleh banget!

Harga: Rp154.000,- bisa dibeli di shopee.

Hydrating & Relaxing Overnight Mask
Pengalamanku menggunakan sleeping mask ini sejak beberapa minggu lalu sangatlah menyenangkan. Pertama kali mencoba aku cukup amazed dengan teksturnya yang slimy, terlihat kalau dia bakal ringan di kulit. Sleeping mask ini salah satu favoritku di tahun 2021 lho! 

Sleeping mask dari Numa ini punya beberapa kandungan utama:
  • Niacinamide: berfungsi mencerahkan kulit dan menenangkan kulit yang berjerawat. 
  • Rose Water: menenangkan kulit yang kemerahan.
  • Galactomyces: berfungsi sebagai antioksidan dan mampu melembabkan kulit.
  • Rice Extract: berfungsi sebagai antiinflamasi dan memberikan efek soothing pada kulit.
Tekstur, Wangi, dan Warna: teksturnya sendiri samgat unik, cair ke kental dan slimy. Menurutku ini tipe teksturnya sih lotion ya, jadi terasa ringan saat diratakan di kulit. Untuk menyerapnya butuh waktu, dan agak sticky juga jadi memang paling pas dipakai di tahap akhir skincare sebelum kita tidur. Aku merasa dia ga ada wanginya sih jadi nyaman banget di hidungku. 

Feels di Kulit: saat diaplikasikan ke kulit aku merasa kulit terasa dingin. Aku pribadi merasa dia efeknya melembabkan sekaligus berfungsi mengunci semua skincare yang sudah kita pakai. Wajah beneran keliatan glowing dan ada glass skin effect setelah pakai ini.

Cara Pemakaian: pakai sleeping mask ini secukupnya aja ya guys! Kalau terlalu banyak, dia ada potensi pilling. Aku biasa pakai malam hari sebagai pengunci skincare yang telat dipakai. Kadang, aku juga pakai setelah toner, jadi dimasukan ke slot moisturizer.  

Harga: Rp159.000,- bisa dibeli di shopee.

Ketiga masker ini bisa dipakai barengan, lho. Clay Mask bisa dipakai di area T-Zone, Infused Mask di pipi, dan setelah semua dibilas, pakai Overnight Mask sebagai pelembab. Temen-temen, udah coba Numa Skin yang mana nih? Share yaa! 

Thank You for Reading!
December 23, 2021 3 comments
Yay setelah sekian lama menunggu, akhirnya adik dari the super famous Mugwort Clay Mask lahir jugaa! Perkenalkan, Whitelab Heartleaf Skin Purifying Gel Mask. Aku jadi salah satu dari sekian banyak netijen yang excited pas produk ini keluar karena kulitku yang kering ini tentu akan lebih welcome ke gel mask ketimbang clay mask, terutama soal kenyamanan. Clay mask, mau selembut apa kalau di kulit kering pasti sedikit banyak ada feels kencangnya karena memang fungsi clay untuk mengangkat minyak. Gel mask, biasanya fungsinya lebih menenangkan dan melembutkan kulit. Feels-nya gimana di kulitku? Oke aku bahas ya.

Gel mask ini punya kemasan jar pipih dengan lid plastik di dalamnya. Yang kusuka, dia ada tempat taruh spatula di lid plastik jadi spatula ga akan mudah tercecer. Jujur aku orangnya clumsy kadang suka ilang spatulanya huhu.. Memang sih lid-nya ini plusnya itu, tapi minusnya kadang jeblos ke dalem gitu karena tipis jadi mesti agak hati-hati. Karena dia tidak dapat bersama kotak, informasi produk tertera di balik kemasan ya! 

Sekarang kita masuk ke ingredients-nya. Dia punya beberapa kandungan utama: 
  • Houttuynia Cordata (Heartleaf) Extract: kandungan yang sedang ramai dipakai di skincare korea. Fungsinya adalah untuk menenangkan kulit yang iritasi. Mungkin teman-teman sering lihat tamanannya, coba cek deh di google! 
  • Niacinamide 3%: kandungan yang sudah banyak dikenal mampu mencerahkan kulit yang kusam dan merawat kulit yang berjerawat. 
  • Artemisia Vulgaris (Mugwort) Extract: kandungan ini sangat terkenal mampu menenangkan kulit yang iritasi. 
  • HyaluComplex-10: ini kandungan yang lagi diangkat sama Whitelab di setiap produknya, yaitu ada 10 tipe Hyaluronic Acid di dalam 1 (satu) produk. Wow! 
Satu hal yang mungkin aku sayangkan adalah wanginya. Produk ini punya wangi yang cukup kencang buatku, sama dengan pendahulunya. Kalau teman-teman ga masalah dengan wewangian sih, wanginya terasa enak kok! Untungnya dia cepat pudar wanginya, gak lingering gitu. 

Mari kita masuk ke recap review. Aku akan membahas tekstur, wangi, dan warna, rasanya di kulit, efeknya di kulit, cara pemakaian, dan harga. 

Tekstur, Wangi, dan Warna: masker ini punya tekstur gel berwarna hijau kecoklatan, ditaburi serpihan daun-daun kecil. Aku suka dengan teksturnya karena saat ditaruh ke kulit. kulit langsung terasa adem. Untuk wanginya sendiri dia punya wangi khas produk-produk Whitelab dari kandungan fragrance. 

Rasanya di Kulit: saat pertama kali diaplikasikan, kulit terasa dingin dan tenang. Diratakannya juga gampang, kalau aku biasa pakai spatula yang besar. Di aku pribadi, setelah beberapa menit pemakaian ada sensasi hangat (kadang tingling), tapi hanya beberapa menit saja setelah itu normal kembali. Aku biasa pakai 10-15 menit. 

Efeknya di Kulit: salah satu kelebihan gel mask adalah mudah dibersihkan. Kalau clay mask, memang ada tendensi menempel di kulit makanya lebih susah untuk dibilas. Gel mask dari Whitelab ini sekali usap langsung terangkat. Aku merasa kulit plump dan fresh setelah pemakaian. Cocok dipakai kalau lagi santai-santai pingin pampering. Setelahnya aku tetap pakai skincare supaya kulit tetap terasa lembab. 

Cara Pemakaian: aku biasa pakai gel mask kalau wajah sedang terasa kusam. Biasa aku cuci muka dulu, lalu pakai gel mask. Setelah dibilas lanjutkan dengan rangkaian skincare lain. 

Harga: Rp78.750,- bisa dibeli di shopee. 

Thank You for Reading!

December 02, 2021 10 comments
Older Posts

About me

About Me


Hi guys! My name is Lisa. I write beauty & fashion related-posts.

Pageviews

Sociolla

Sociolla

Follow Me

Followers

I'M #JBBinsider

I'M #JBBinsider


FOLLOW ME @INSTAGRAM





Created with by ThemeXpose